Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Berjilbab, mengurangi kecantikan

Berjilbab, mengurangi kecantikan

KoPi. Sebagian wanita merasa tidak cantik jika harus berjilbab. Wanita tidak lagi bisa memperlihatkan keindahan tubuhnya, seperti rambut dan telinga. Terlebih, jika cuaca terik yang menyebabkan keringat. Maka jilbab jua menghalangi rasa nyaman. Demikian pandangan sebagian kalangan terhadap jilbab. Benarkah pandangan-pandangan tersebut?

Pandangan bahwa jilbab mengurangi kecantikan, mereduksi keindangan dan menambah ketidaknyamanan memang ada dalam masyarakat. Sampai detik ini sebagian wanita masih meyakini pandangan tersebut. Saras (anonim, red.) adalah wanita muda yang modis, selain sebagai mahasiswa tingkat akhir di sebuah universitas negeri di Surabaya juga pebisnis properti. Saras termasuk mereka yang memandang jilbab memberikan rasa tidak nyaman.

"Saya sih memilih tidak berjilbab. Ya, lebih nyaman dan bebaslah. Apalagi kota ini (Surabaya, red.) panas sekali."

Namun, para wanita yang memutuskan berjilbab ternyata memiliki pandangan lain. Mereka bahkan merasa lebih anggun, cantik dan berkarakter.

Amelia adalah salah satunya. Diskusi kecil dengan KoPi, Amel menyatakan berjilbab itu indah.

"Pertama itu sudah hukumnya dalam Islam. Kedua, jilbab sama sekali tidak mengurangi rasa nyaman. Bahkan saya merasa lebih percaya diri lho. Gerah? Itu bukan alasan tidak berjilbab. Tanpa baju pun jika merasa gerah, ya pasti gerah. Ini kan soal persepsi saja."

Dokter ahli estetika dan kecantikan dari Light Skin Clinic (LSC), dr. Nisfu Laily, menjelaskan bahwa pandangan jilbab menyebabkan tidak nyaman atau kurang cantik bisa disebabkan oleh beberapa aspek.

"Pertama, aspek ketidaktahuan cara memilih dan menggunakan jilbab yang tepat untuk cuaca tertentu. Kedua, aspek ketidakpercayaan diri terhadap jilbab itu sendiri. Nah pada aspek kedua inilah penting para wanita perlu berkumpul sehingga menjadi lebih percaya diri."

Surabaya sendiri memiliki beberapa perkumpulan para wanita berjilbab diantaranya Hijabers Surabaya, lanjut dokter Laily.

Terkait dengan pembelajaran tentang berjilbab dan sekaligus membangun jejaring pertemanan dengan mereka yang telah berjilbab, pada tanggal 7 Juni 2014 akan dilakukan hijab tutorial, fashion show oleh Hijabers Surabaya, dan konsultasi make up.

Acara yang dihelat oleh Bilqis "high-end moslem wear dan HnD boutique ini sekaligus menyambut bulan ramadhan yang segera tiba. Maka tajuknya adalah Sparkling Ramadhan.

Sparkling Ramadhan akan diselenggarakan di Gunawangsa Apartment. Para wanita yang tertarik hadir bisa kontak ke telp 031-5961824.*

 

*PI-Adv.

 

back to top