Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Rahasia terdalam Kartini bagi Indonesia

Rahasia terdalam Kartini bagi Indonesia

Sejarah menjadi penting bagi masyarakat dan bangsa, karena ada makna atau pelajaran hidup di sana. Makna-makna yang mampu menumbuhkan kepercayaan diri dan menyuburkan inspirasi. Seperti saat ini kita memperingati salah satu hari nasional indonesia, yaitu Hari Kartini. Setiap tahun kita memetik pelajaran hidup darinya.


Oleh: Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf, Ketua Umum BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Jawa Timur.


Perjalanan Kartini

Kartini lahir pada 21 april 1879 di jepara, jawa tengah. Masa di mana para perempuan belum memiliki posisi dan peran dalam perubahan-perubahan masyarakat. Perempuan pada masa itu hanya berposisi di dalam rumah dengan peran atau tugas domestiknya (melayani suami dan anak). Peran tersebut tidak salah, bahkan peran yang mulia. Akan tetapi bagi kartini, perempuan bisa mengambil peran lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Ketika kartini menginjak dewasa, ia memiliki cita-cita kuat agar para perempuan mampu mengambil posisi lebih besar tanpa mengabaikan peran domestiknya. Yaitu posisi sebagai aktor perubahan dalam masyarakat. Perubahan segala bidang yang bisa dikemudikan pula oleh perempuan sebagai rekan setara dan fungsional laki-laki. Sebab perempuan memiliki karakter tersendiri untuk melakukan perubahan. Karakter yang tidak dimiliki laki-laki atau suami. Misal rasa empati dan bahasa keibuan yang bisa menyentuh sisi dalam batin masyarakat.

Perubahan merupakan proses tidak mudah. Terutama perubahan dari kondisi buruk menjadi kondisi yang baik. Agar bisa melakukan perubahan maka perempuan harus setara dengan kaum pria. Kesetaraan ini bisa tercapai ketika perempuan memiliki salah satunya adalah ilmu pengetahuan yang luas.

Langkah pertama mendapatkan ilmu pengetahuan luas adalah membaca buku-buku atau sumber tulisan lainnya. Maka kartini mendorong pendidikan para perempuan melalui baca tulis. Agar bisa memperluas ilmu pengetahuan. Pada saat itu, para perempuan tidak bisa mengakses pendidikan karena masalah tradisi. Perempuan tidak perlu berpendidikan karena hanya menjadi ‘konco wingking’ semata.

Setelah menikah, atas ijin dan dukungan suami yang menjadi bupati rembang, kartini mendirikan sekolah untuk anak-anak perempuan. Kartini memberikan pelajaran membaca dan menulis. Selain itu memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana perempuan bisa mengambil peran penting dalam melakukan perubahan-perubahan yang baik dalam masyarakat.

Makna perjuangan Kartini

Apa yang dilakukan kartini memberi makna penting bagi kita saat ini. Paling tidak ada tiga pelajaran penting yang ingin saya sampaikan. Pertama, posisi dan peran penting harus dimulai dengan belajar. Proses menggali ilmu pengetahuan secara mendalam. Lalu bagaimana perempuan bisa menciptakan keseimbangan antara posisi dan perannya dalam perubahan masyarakat dengan peran di dalam rumah tangga. Tanpa harmoni itu maka akan muncul masalah-masalah yang melemahkan perempuan itu sendir dan melemahkan keluarga serta masyarakat.

Kedua, kehebatan kartini terletak pada pemahamannya bahwa upaya penguatan peran perempuan dalam melakukan perubahan masyarat bisa bersanding harmoni dengan peran domestiknya. Dia memberi contoh bagaimana peran domestik mendampingi suami tidak ditinggalkan ketika aktif memberikan pendidikan untuk anak-anak perempuan.

Ketiga, sikap terbuka pada pandangan-pandangan baru tanpa mengubah prinsip dasar keyakinan diri. Kartini membaca informasi seputar perkembangan perempuan di barat (belanda). Sangat kagum pada peran perempuan dalam berbagai kehidupan sosial ekonomi dan politik di belanda. Akan tetapi kartini tetap tegas dalam melihat karakter sendiri. Maka dalam buku habis gelap terbitlah terang, kartini menyatakan bahwa kemajuan perempuan bisa diraih berdasar pada prinsip ketuhanan, kebijaksanaan, keindahan perikemanusiaan dan nasionalisme.

Kartini adalah bagian dari perubahan di dalam tubuh bangsa ini. Kita mengambil inspirasi dari Kartini untuk melakukan peran terbaik kita. Peran menjaga keluarga dan melakukan perubahan yang baik dalam masyarakat sesuai kapasitas masing-masing. Inilah rahasia terdalam Kartini bagi bangsa Indonesia. | Penyelaras bahasa: Novri Susan |

back to top