Menu
UGM naik menjadi peringkat teratas nasional tahun 2017

UGM naik menjadi peringkat teratas …

YOGYAKARTA, 21 AGUSTUS 20...

UMY berikan Hibah Mobil kepada MDMC

UMY berikan Hibah Mobil kepada MDMC

Bantul-KoPi| Sebagai Univ...

Haedar Nashir Ajak Maba UMY Jadi Intelegensia Muda Berkarakter Tradisi Besar

Haedar Nashir Ajak Maba UMY Jadi In…

Bantul-KoPi| Ketua Umum P...

Seminar COMICOS 2017 Universitas Atmajaya Yogyakarta

Seminar COMICOS 2017 Universitas At…

SLEMAN-Memasuki usianya y...

UMY Tradisikan Silaturahim Bersama Orangtua/Wali Mahasiswa Baru

UMY Tradisikan Silaturahim Bersama …

Bantul-KoPi| Tradisi baik...

Narsisme Politik dan Arsitektur Kemerdekaan

Narsisme Politik dan Arsitektur Kem…

Dewasa ini, kita sering d...

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Mer…

Magelang-KoPi| Komunitas ...

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap r…

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti...

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam …

Jogja-KoPi|Untuk memperin...

Daging Kurban Disembelih Tidak Benar, Hukumnya Haram

Daging Kurban Disembelih Tidak Bena…

YOGYAKARTA, 15 AGUSTUS 20...

Prev Next

Madura, tetaplah jadi bagian Jawa Timur

Madura, tetaplah jadi bagian Jawa Timur
Tanggal 10 November besok, rencananya Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M) akan mendeklarasikan Madura sebagai provinsi tersendiri. Mereka juga mengirimkan petisi kepada presiden untuk merevisi Pasal 5 ayat (5) UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Intinya, P4M ingin agar syarat berdirinya provinsi baru dipermudah, dari minimal 5 kabupaten menjadi minimal 4 kabupaten.
 

Sebagai warga Jawa Timur, saya justru berharap Madura tidak akan lepas menjadi provinsi tersendiri. Madura sudah menjadi bagian dari Jawa Timur begitu lama, bahkan lama kelamaan, ada anggapan bahwa budaya Madura merupakan budaya Jawa Timur, dan budaya Madura adalah budaya Jawa Timur.

Tengok saja sinetron-sinetron buatan Jakarta. Jika menampilkan tokoh yang berasal dari Jawa Timur atau Surabaya, yang mereka tonjolkan adalah Bahasa Indonesia dengan logat Madura yang buruk. Tanpa Madura, bagaimana orang Surabaya akan digambarkan dalam sinetron-sinetron?

Tanpa Madura, Jawa Timur juga akan kehilangan salah satu ikon kulinernya, sate ayam. Jika kita bicara mengenai sate ayam, selain kelezatannya, hal lain yang teringat adalah penjualnya yang berlogat Madura. Begitu banyaknya penjual sate ayam dengan logat Madura, banyak yang mengidentikkan sate ayam dengan Madura. Rekan saya yang asal Jakarta pernah bilang, di Jakarta penjual sate ayam pasti orang Madura. Makanya ketika saya ajak makan sate Ponorogo, ia bingung dan kaget ada sate ayam dari kota lain yang tak kalah sedapnya.

Tanpa Madura, orang Jawa Timur tak akan lagi punya pakaian adat. Saya masih ingat atlas Indonesia dan dunia yang saya miliki waktu saya masih SD. Di dalamnya ada bab mengenai pakaian adat Nusantara, dan di situ pakaian adat Jawa Timur digambarkan dengan Pesa’an, pakaian adat khas Madura. Kalau Madura jadi provinsi tersendiri, bagaimana dengan pakaian adat Jawa Timur?

Memang Jawa Timur punya pakaian adat lain yang biasa dikenakan waktu upacara pernikahan, yaitu Mantenan. Namun, baju adat Mantena begitu mirip dengan baju adat khas Jawa Tengah. Bisa-bisa justru akan dikira Jawa Timur terlalu mirip dengan Jawa Tengah. Mau tak mau, suka tak suka, wajah Jawa Timur adalah Madura.

Yang menarik, banyak orang Jawa Timur yang tidak terima jika diidentikkan dengan orang Madura, yang stereotipnya sering kali (maaf) negatif, termasuk saya. Saya yang besar di kawasan Karesidenan Kediri merasa sangat jauh berbeda dengan orang Madura. Bahkan bisa dibilang daerah tersebut lebih dekat dengan Jawa Tengah atau Yogyakarta, dan seringkali disebut dengan Mataraman. Mungkin kami orang Jawa Timur memang kurang tahu berterimakasih pada masyarakat Madura, yang telah merelakan budaya mereka menjadi budaya khas Jawa Timur. Jadi untuk kali ini, sekali lagi kami memohon pada masyarakat Madura, tetaplah menjadi bagian dari Jawa Timur.

back to top