Menu
Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi …

Jogja-KoPi|Menteri Agam...

Gus Ipul akan perkuat pendidikan agama

Gus Ipul akan perkuat pendidikan ag…

Nganjuk-KoPi| Wakil Gub...

Menhub meminta PT KAI mengantisipasi bahaya longsor

Menhub meminta PT KAI mengantisipas…

Jogja-KoPi|Memasuki mus...

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Prev Next

Madura, tetaplah jadi bagian Jawa Timur

Madura, tetaplah jadi bagian Jawa Timur
Tanggal 10 November besok, rencananya Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M) akan mendeklarasikan Madura sebagai provinsi tersendiri. Mereka juga mengirimkan petisi kepada presiden untuk merevisi Pasal 5 ayat (5) UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Intinya, P4M ingin agar syarat berdirinya provinsi baru dipermudah, dari minimal 5 kabupaten menjadi minimal 4 kabupaten.
 

Sebagai warga Jawa Timur, saya justru berharap Madura tidak akan lepas menjadi provinsi tersendiri. Madura sudah menjadi bagian dari Jawa Timur begitu lama, bahkan lama kelamaan, ada anggapan bahwa budaya Madura merupakan budaya Jawa Timur, dan budaya Madura adalah budaya Jawa Timur.

Tengok saja sinetron-sinetron buatan Jakarta. Jika menampilkan tokoh yang berasal dari Jawa Timur atau Surabaya, yang mereka tonjolkan adalah Bahasa Indonesia dengan logat Madura yang buruk. Tanpa Madura, bagaimana orang Surabaya akan digambarkan dalam sinetron-sinetron?

Tanpa Madura, Jawa Timur juga akan kehilangan salah satu ikon kulinernya, sate ayam. Jika kita bicara mengenai sate ayam, selain kelezatannya, hal lain yang teringat adalah penjualnya yang berlogat Madura. Begitu banyaknya penjual sate ayam dengan logat Madura, banyak yang mengidentikkan sate ayam dengan Madura. Rekan saya yang asal Jakarta pernah bilang, di Jakarta penjual sate ayam pasti orang Madura. Makanya ketika saya ajak makan sate Ponorogo, ia bingung dan kaget ada sate ayam dari kota lain yang tak kalah sedapnya.

Tanpa Madura, orang Jawa Timur tak akan lagi punya pakaian adat. Saya masih ingat atlas Indonesia dan dunia yang saya miliki waktu saya masih SD. Di dalamnya ada bab mengenai pakaian adat Nusantara, dan di situ pakaian adat Jawa Timur digambarkan dengan Pesa’an, pakaian adat khas Madura. Kalau Madura jadi provinsi tersendiri, bagaimana dengan pakaian adat Jawa Timur?

Memang Jawa Timur punya pakaian adat lain yang biasa dikenakan waktu upacara pernikahan, yaitu Mantenan. Namun, baju adat Mantena begitu mirip dengan baju adat khas Jawa Tengah. Bisa-bisa justru akan dikira Jawa Timur terlalu mirip dengan Jawa Tengah. Mau tak mau, suka tak suka, wajah Jawa Timur adalah Madura.

Yang menarik, banyak orang Jawa Timur yang tidak terima jika diidentikkan dengan orang Madura, yang stereotipnya sering kali (maaf) negatif, termasuk saya. Saya yang besar di kawasan Karesidenan Kediri merasa sangat jauh berbeda dengan orang Madura. Bahkan bisa dibilang daerah tersebut lebih dekat dengan Jawa Tengah atau Yogyakarta, dan seringkali disebut dengan Mataraman. Mungkin kami orang Jawa Timur memang kurang tahu berterimakasih pada masyarakat Madura, yang telah merelakan budaya mereka menjadi budaya khas Jawa Timur. Jadi untuk kali ini, sekali lagi kami memohon pada masyarakat Madura, tetaplah menjadi bagian dari Jawa Timur.

back to top