Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Madura, tetaplah jadi bagian Jawa Timur

Madura, tetaplah jadi bagian Jawa Timur
Tanggal 10 November besok, rencananya Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M) akan mendeklarasikan Madura sebagai provinsi tersendiri. Mereka juga mengirimkan petisi kepada presiden untuk merevisi Pasal 5 ayat (5) UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Intinya, P4M ingin agar syarat berdirinya provinsi baru dipermudah, dari minimal 5 kabupaten menjadi minimal 4 kabupaten.
 

Sebagai warga Jawa Timur, saya justru berharap Madura tidak akan lepas menjadi provinsi tersendiri. Madura sudah menjadi bagian dari Jawa Timur begitu lama, bahkan lama kelamaan, ada anggapan bahwa budaya Madura merupakan budaya Jawa Timur, dan budaya Madura adalah budaya Jawa Timur.

Tengok saja sinetron-sinetron buatan Jakarta. Jika menampilkan tokoh yang berasal dari Jawa Timur atau Surabaya, yang mereka tonjolkan adalah Bahasa Indonesia dengan logat Madura yang buruk. Tanpa Madura, bagaimana orang Surabaya akan digambarkan dalam sinetron-sinetron?

Tanpa Madura, Jawa Timur juga akan kehilangan salah satu ikon kulinernya, sate ayam. Jika kita bicara mengenai sate ayam, selain kelezatannya, hal lain yang teringat adalah penjualnya yang berlogat Madura. Begitu banyaknya penjual sate ayam dengan logat Madura, banyak yang mengidentikkan sate ayam dengan Madura. Rekan saya yang asal Jakarta pernah bilang, di Jakarta penjual sate ayam pasti orang Madura. Makanya ketika saya ajak makan sate Ponorogo, ia bingung dan kaget ada sate ayam dari kota lain yang tak kalah sedapnya.

Tanpa Madura, orang Jawa Timur tak akan lagi punya pakaian adat. Saya masih ingat atlas Indonesia dan dunia yang saya miliki waktu saya masih SD. Di dalamnya ada bab mengenai pakaian adat Nusantara, dan di situ pakaian adat Jawa Timur digambarkan dengan Pesa’an, pakaian adat khas Madura. Kalau Madura jadi provinsi tersendiri, bagaimana dengan pakaian adat Jawa Timur?

Memang Jawa Timur punya pakaian adat lain yang biasa dikenakan waktu upacara pernikahan, yaitu Mantenan. Namun, baju adat Mantena begitu mirip dengan baju adat khas Jawa Tengah. Bisa-bisa justru akan dikira Jawa Timur terlalu mirip dengan Jawa Tengah. Mau tak mau, suka tak suka, wajah Jawa Timur adalah Madura.

Yang menarik, banyak orang Jawa Timur yang tidak terima jika diidentikkan dengan orang Madura, yang stereotipnya sering kali (maaf) negatif, termasuk saya. Saya yang besar di kawasan Karesidenan Kediri merasa sangat jauh berbeda dengan orang Madura. Bahkan bisa dibilang daerah tersebut lebih dekat dengan Jawa Tengah atau Yogyakarta, dan seringkali disebut dengan Mataraman. Mungkin kami orang Jawa Timur memang kurang tahu berterimakasih pada masyarakat Madura, yang telah merelakan budaya mereka menjadi budaya khas Jawa Timur. Jadi untuk kali ini, sekali lagi kami memohon pada masyarakat Madura, tetaplah menjadi bagian dari Jawa Timur.

back to top