Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Komunikasi dan Pemimpin

Komunikasi dan Pemimpin

Khairu Syukrillah


Secara harfiah manusia, tidak mungkin untuk tidak berkomunikasi. Zaman berganti zaman, pemimpin berganti pemimpin, hingga manusia berganti dengan manusia yang lainnya (regenerasi) juga semuanya harus berkomunikasi. Kenapa demikian? Sebab tidak ada hal yang tidak dilakukan tanpa komunikasi.

Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama, sama di sini maksudnya adalah sama makna. Para penikmat komunikasi kerap kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan : Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?

Paradigma tersebut menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yaitu: Komunikator (siapa yang mengatakan? kemudian Pesan (mengatakan apa?) dilanjutkan dengan Media (melalui canel/media apa?) serta Komunikan (kepada siapa?) dan mengakibatkan Efek (dengan dampak/efek apa?). Sehingga berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.

Disisi lain, mengutip statmen Wilbur Schramm dalam buku Effendy (1994) menyatakan bahwa komunikasi akan berhasil (terdapat kesamaan makna) apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerang acuan (frame of reference), yakni paduan pengalaman dan pengertian (collection of experiences and meanings) yang diperoleh oleh komunikan, sebab bidang (field of experience) merupakan faktor penting juga dalam komunikasi. Jika bidang pengalaman komunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan, komunikasi akan berlangsung lancar. Sebaliknya, bila bidang pengalaman komunikan tidak sama dengan bidang pengalaman komunikator, akan timbul kesukaran untuk mengerti satu sama lain.

Opinian leader

Merunut pada Ensiklopedia Administrasi yang disusun oleh staf Dosen Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa, pemimpin (leader) adalah orang yang melakukan kegiatan atau proses mempengaruhi orang lain dalam suatu situasi tertentu, melalui proses komunikasi, yang diarahkan guna mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Opinion leaders atau pemimpin opini merupakan individu yang memimpin dalam mempengaruhi pendapat orang lain tentang inovasi. Opinion leader dapat dikatakan sebagai orang-orang berpengaruh, yakni orang-orang tertentu yang mampu memengaruhi sikap orang lain secara informal dalam suatu sistem sosial. Dalam kenyataannya, orang berpengaruh ini dapat menjadi pendukung inovasi atau sebaliknya, menjadi penentang. Ia (mereka) berperan sebagai model dimana perilakunya (baik mendukung atau menentang) diikuti oleh para pengikutnya.

Sehingga jika kita tarik kedalam sistem negara, kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang (negara lain misalnya)  untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu, bukan sosok yang tidak mampu memperngaruhi demi tujuan ksesejahteraan bersama dalam hakekat dan tujuan negara yang sebenarnya. Dengan kata lain, banyak yang mampu menjadi seorang pemimpin, namun sangat sedikit yang mampu menjadi sosok Opinian leader.

Interaksi Pemimpin dan Negaranya

Majunya sebuah  kelompok atau negara karena pemimpin, dikenalnya seorang pemimpin oleh umatnya karena interaksi yang baik dan interaksi yang baik tersebut diawali dengan komunikasi yang baik. Sehingga dapat dirunut kesimpulan sederhana, bahwa majunya sebuah negara karena komunikasi yang baik seorang pemimpinnya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih menduduki posisi yang lumayan tinggi untuk perkembangan penduduk, dengan kondisi demikian jika Indonesia tidak memiliki sosok pemimpin yang mampu berinterakasi dengan baik, maka tak akan menutup kemungkinan ratusan juta pikiran rakyat Indonesia yang berbeda ras atau suku serta pola pikir, akan melakukan kritikan keras terhadap sebuah kebijakan (inovasi) kepada pemimpinnya yang berujung pada konflik misalnya.

Begitu juga interaksi dengan dunia Internasional, Indonesia akan maju dan dipandang oleh dunia internasional jika sosok pemimpin yang dimiliki oleh negara ini mampu menjalin interaksi yang baik. Interaksi yang baik tersebut bukan hanya karena selalu datang, duduk, diam (isi absen) dalam sebuah konferensi atau pertemuan dengan negara-negara luar, namun juga memiliki ciri khas dan karakter tersendiri yang mampu menjadikan Indonesia disegani oleh dunia internasional, dengan harapan kembalinya marwah Indonesia di mata dunia, bukan negara “besar” yang hanya mampu “legowo” dengan semua persoalan dunia internasional.

-Khairu Syukrillah adalah alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh-Lhokseumawe, Peneliti  dan Penikmat Media



back to top