Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Untuk kamu cinta, yang sedang patah hatinya.

Untuk kamu cinta, yang sedang patah hatinya.

 

Semenjak engkau pergi, aku masih tertegun saja dalam sepi.
Menikmati detik demi detik tentang kenang kita di masa lalu.
Meski hati ini harus kurangkai lagi dalm keping-keping yang telah kau hancurkakn dalam diam.
Tapi tenang sayang, aku akan tetap jalan meski sendirian.

Patah hati, adalah duka bagi seseorang yang merasakannya. Tentu, setiap orang pasti pernah melewatinya. Ditinggalkan, meninggalkan, dipisah atau karena alasan lain merupakan asal muasal dari munculnya patah hati.

Namun, bagaimana manusia bisa tetap menjalani hidup dalam keadaan seperti itu? Terpincang-pincan untuk menikmati keindahan dunia. Ada yang akan menangis setiap malam, ada yang tidak mau makan, ada yang lupa bercukur sampai menjadi brewokan atau bahkan ada yang akan melakukan hal-hal gila lainnya.

Biarlah, lakukan apa yang kamu mau tanpa harus menyakiti dirimu sendiri. Menangis setiap malam, di balik bantal dengan sesegukan. Sebab menangis adalah cara terbaik untuk meluapkan kesedihan. Jangan hiraukan orang lain berkata apa, sebab yang tahu betapa sakitnya adalah diri kamu sendiri.

Menangislah, tumpahkan semua. Menangis seperti kamu merasa bahwa ini akan jadi tangisanmu untuk yang terakhir kalinya. Meratap bahwa ini yang terakhi kalinya kamu disakiti. Hingga kekecewaanmu telah hilang, hingga sesegukanmu telah pudar.

Bangun, untuk sekedar melihat, betapa dunia ini indah untuk kamu tangisi setiap malam. Tegaklah bahumu untuk melihat bahwa dunia ini tidak sekelam yang kamu pikirkan. Senyum seperti kamu tidak pernah sakit hati. Dan tertawa seperti kamu tidak akan lagi disakiti.

Sebab cinta, patah hati itu hal yang biasa. Meratap, menangis dan mencaci adalah serupa dimiliki oleh semua manusia. Jangan merasa kesepian, jangan merasa bahwa dunia ini tidak pernah adil tentang takdir yang kamu terima.

Menangis saja, jika ia terlampau dalam menyakitimu. Membenci saja, jika ia lupa tentang kebaikan yang kamu lakukan. Karena pada masanya, kamu akan mengerti tentang pelajaran yang kamu ambil dari patah hati.

Di balik setiap duka, pasti akan ada ujung yang bahagia. Disetiap luka pasti akan ada obatnya. Dan karena di setiap tangisanmu, akan ada pelajaran yang lebih berharga.

Maka ini, cinta, untuk kamu yang sedang patah hatinya. |Labibah

back to top