Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sajak warna

Sajak warna

Ketika warna menjadi hitam bukan lalu kita berkata kelam.

Ketika tiba-tiba kita menjumpai warna merah bukan lalu kita ikut-ikutan dikuasai amarah.

Ketika ada barisan orang-orang berbaju putih bukan berarti mereka barisan orang sedih.

Ketika dipasar-pasar hanya tersedia warna ungu bukan lalu kita terus  menjadi peragu.

Ketika batu-batu sudah berwarna coklat bukan berarti kita dalam barisan kaum sekarat.

 

Orang-Orang berbondong-bondong...........

Orang-orang berbaris-baris………………………………

Dalam warna-warna  hitam, merah, putih,ungu maupun coklat.

Mendengarkan orang-orang berpidato ngomong tanpa ujung dan pangkal.

Apakah sekedar sandiwara tanpa sebuah scenario peradaban sebab semuanya hanya perebutan kekuasan.

 

Ketika filosofi kehidupan telah dirusak oleh barisan kaum penjajah dan kaum tiran.

Warna-warna masih bertebaran.

Menjadi panji-panji dan genderang pertempuran

Karena sebuah ambisi dan arogansi.

Warna putih kau nodai menjadi warna biru apa itu hanya tipu-tipu….

 

Warna hitam kau ganti warna merah apa itu bagian pengaburan sejarah.

Warna hijau kau paksa dengan warna jingga apa itu hanya permainan mata.

Warna-warna sudah semakin tidak jelas……

Dan ternyata orang-orang di negeri sudah dianggap buta warna.

 

Sebuah catatan dari Yogya.

Daryanto Bender (Komunitas Negeri Symphony)

 

 

back to top