Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Sajak warna

Sajak warna

Ketika warna menjadi hitam bukan lalu kita berkata kelam.

Ketika tiba-tiba kita menjumpai warna merah bukan lalu kita ikut-ikutan dikuasai amarah.

Ketika ada barisan orang-orang berbaju putih bukan berarti mereka barisan orang sedih.

Ketika dipasar-pasar hanya tersedia warna ungu bukan lalu kita terus  menjadi peragu.

Ketika batu-batu sudah berwarna coklat bukan berarti kita dalam barisan kaum sekarat.

 

Orang-Orang berbondong-bondong...........

Orang-orang berbaris-baris………………………………

Dalam warna-warna  hitam, merah, putih,ungu maupun coklat.

Mendengarkan orang-orang berpidato ngomong tanpa ujung dan pangkal.

Apakah sekedar sandiwara tanpa sebuah scenario peradaban sebab semuanya hanya perebutan kekuasan.

 

Ketika filosofi kehidupan telah dirusak oleh barisan kaum penjajah dan kaum tiran.

Warna-warna masih bertebaran.

Menjadi panji-panji dan genderang pertempuran

Karena sebuah ambisi dan arogansi.

Warna putih kau nodai menjadi warna biru apa itu hanya tipu-tipu….

 

Warna hitam kau ganti warna merah apa itu bagian pengaburan sejarah.

Warna hijau kau paksa dengan warna jingga apa itu hanya permainan mata.

Warna-warna sudah semakin tidak jelas……

Dan ternyata orang-orang di negeri sudah dianggap buta warna.

 

Sebuah catatan dari Yogya.

Daryanto Bender (Komunitas Negeri Symphony)

 

 

back to top