Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sajak warna

Sajak warna

Ketika warna menjadi hitam bukan lalu kita berkata kelam.

Ketika tiba-tiba kita menjumpai warna merah bukan lalu kita ikut-ikutan dikuasai amarah.

Ketika ada barisan orang-orang berbaju putih bukan berarti mereka barisan orang sedih.

Ketika dipasar-pasar hanya tersedia warna ungu bukan lalu kita terus  menjadi peragu.

Ketika batu-batu sudah berwarna coklat bukan berarti kita dalam barisan kaum sekarat.

 

Orang-Orang berbondong-bondong...........

Orang-orang berbaris-baris………………………………

Dalam warna-warna  hitam, merah, putih,ungu maupun coklat.

Mendengarkan orang-orang berpidato ngomong tanpa ujung dan pangkal.

Apakah sekedar sandiwara tanpa sebuah scenario peradaban sebab semuanya hanya perebutan kekuasan.

 

Ketika filosofi kehidupan telah dirusak oleh barisan kaum penjajah dan kaum tiran.

Warna-warna masih bertebaran.

Menjadi panji-panji dan genderang pertempuran

Karena sebuah ambisi dan arogansi.

Warna putih kau nodai menjadi warna biru apa itu hanya tipu-tipu….

 

Warna hitam kau ganti warna merah apa itu bagian pengaburan sejarah.

Warna hijau kau paksa dengan warna jingga apa itu hanya permainan mata.

Warna-warna sudah semakin tidak jelas……

Dan ternyata orang-orang di negeri sudah dianggap buta warna.

 

Sebuah catatan dari Yogya.

Daryanto Bender (Komunitas Negeri Symphony)

 

 

back to top