Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pemberani

Pemberani

Berani adalah sebuah kata yang membuat optimis ketika mendengarnya..

Namun sikap itu tidak dimiliki semua orang.. bahkan mungkin sikap sebaliknya yang dimiliki kebanyakan orang.
Berani...

Ya, jika setiap manusia berani menanggung semua konsekuensi dari setiap tindakannya maka tidak akan terdengar orang putus asa, ingin berumur pendek, ingin mati dsb..

Sayangnya kebanyakan dari kita adalah 'pegecut', pencari aman dan menjadi penakut..

Pengecut, melarikan diri dari masalah yang diciptakannya sendiri.

Pencari aman, bermain di area abu-abu.. Menggunakan kalimat-kalimat yang tidak lugas, sehingga bisa berkelit ketika tjd "tuntutan'
Penakut, tidak berani menanggung konsekuensi dari tindakan-tindakan yang diambil atau tidak pernah berani mengambil keputusan.

Menyerahkan orang lain yang mengambil keputusan shg tidak perlu ikut bertanggung jawab.

Siapakah sang Pemberani itu?

Bagiku, sang pemberani bukan yang bisa menaklukan singa, buaya atau binatang buas lainnya.. Bukan pula seorang yang mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, dan bukan mereka yang berani memacu adrenalin...

Bagiku, sang pemberani juga :

Bukan seorang yang berbadan besar dan kuat..
Bukan seorang yang berbadan rapuh...
Bukan seorang laki-laki..
Bukan seorang perempuan..
Bukan seorang yang tinggi
Bukan seorang yang pendek..
Bukan seorang yang tampan..
Bukan seorang yang cantik..
dan bukan bukan yang lain2 ciri2 fisik yang melekat..

Bagiku... Sang Pemberani adalah seorang yang mengenali dan menerima dirinya sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Selalu menghadapi semua konsekuansi dari tindakannya dengan jiwa yang besar.. Bisa mengakui kesalahannya.. selalu bangkit dari jatuhnya. Tidak takut dengan "dianggap jelek". Tidak hanya mencari aman dan nyaman dirinya sendiri..Tidak 'bersembunyi' di balik topeng... Terbuka terhadap kritik bahkan celaan.. Membuka diri untuk berubah positif.. Waah, masih banyak rupanya...

Hmm.. Bagaimana dengan aku sendiri? seberapa tingkat keberanianku...?? Kalau dibikin rate dari angka 1-10, mungkin aku masih pada rating 1-3.. hahahaha... kasian ya....

back to top