Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Pemberani

Pemberani

Berani adalah sebuah kata yang membuat optimis ketika mendengarnya..

Namun sikap itu tidak dimiliki semua orang.. bahkan mungkin sikap sebaliknya yang dimiliki kebanyakan orang.
Berani...

Ya, jika setiap manusia berani menanggung semua konsekuensi dari setiap tindakannya maka tidak akan terdengar orang putus asa, ingin berumur pendek, ingin mati dsb..

Sayangnya kebanyakan dari kita adalah 'pegecut', pencari aman dan menjadi penakut..

Pengecut, melarikan diri dari masalah yang diciptakannya sendiri.

Pencari aman, bermain di area abu-abu.. Menggunakan kalimat-kalimat yang tidak lugas, sehingga bisa berkelit ketika tjd "tuntutan'
Penakut, tidak berani menanggung konsekuensi dari tindakan-tindakan yang diambil atau tidak pernah berani mengambil keputusan.

Menyerahkan orang lain yang mengambil keputusan shg tidak perlu ikut bertanggung jawab.

Siapakah sang Pemberani itu?

Bagiku, sang pemberani bukan yang bisa menaklukan singa, buaya atau binatang buas lainnya.. Bukan pula seorang yang mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, dan bukan mereka yang berani memacu adrenalin...

Bagiku, sang pemberani juga :

Bukan seorang yang berbadan besar dan kuat..
Bukan seorang yang berbadan rapuh...
Bukan seorang laki-laki..
Bukan seorang perempuan..
Bukan seorang yang tinggi
Bukan seorang yang pendek..
Bukan seorang yang tampan..
Bukan seorang yang cantik..
dan bukan bukan yang lain2 ciri2 fisik yang melekat..

Bagiku... Sang Pemberani adalah seorang yang mengenali dan menerima dirinya sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Selalu menghadapi semua konsekuansi dari tindakannya dengan jiwa yang besar.. Bisa mengakui kesalahannya.. selalu bangkit dari jatuhnya. Tidak takut dengan "dianggap jelek". Tidak hanya mencari aman dan nyaman dirinya sendiri..Tidak 'bersembunyi' di balik topeng... Terbuka terhadap kritik bahkan celaan.. Membuka diri untuk berubah positif.. Waah, masih banyak rupanya...

Hmm.. Bagaimana dengan aku sendiri? seberapa tingkat keberanianku...?? Kalau dibikin rate dari angka 1-10, mungkin aku masih pada rating 1-3.. hahahaha... kasian ya....

back to top