Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next
M. Rizki Pratama

M. Rizki Pratama

Mahasiswa Magister Administrasi Publik Universitas Gadjah Mada, Awardee BPI-LPDP & Pemerhati Pelayanan Publik

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. Website URL:

Deregulasi, MEA dan Sektor Informal

Pemerintah pusat hingga desember 2015 telah menerbitkan VIII paket kebijakan guna mengantisipasi perlambatan ekonomi dunia. Fokus kebijakan merupakan kombinasi untuk menghasilkan efek jangka pendek dan jangka panjang. Secara umum target group kebijakan adalah ekonomi dalam skala makro yang dianggap memiliki kontribusi maksimal dalam pertumbuhan ekonomi negara.

Asap: Mengulang Double Jeopardy

Soal asap memang sulit untuk diatasi, itu realita nyata tak terbantahkan akan tetapi justru perulangan ini yang sangat menyakitkan. Tentu masih ingat kita semua soal kasus besar bank Century yang tak lain seharusnya dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah dalam mengelola negara sebesar dan dengan diversitas ekstrim seperti Indonesia.

Menakar kesenjangan tanpa ekonomi

Perlambatan ekonomi dunia menjadi perbincangan panas terutama sangkut paut dengan ekonomi makro-kebijakan negara untuk dapat survive menghindari depresi dan resesi ekonomi. Selain itu krisis Eropa akibat gagal bayar Yunani membuka mata dunia bahwa interdependesi antar negara semakin tinggi bahkan impossible bagi suatu negara untuk membuat policy tanpa memperhatikan determinan di luar negara dan negara lain. 

Mengunci bonus demografi dengan Public Service

Pada tahun 2020, Indonesia diperkirakan mengalami tahapan krusial bernama bonus demografi. Artinya jumlah penduduk usia produktif mencapai 2/3 dari total jumlah penduduk. Pemerintah harus dapat memanfaatkan kesempatan bonus demografi ini dengan baik. Dalam diskursus terakhir, perbincangan bonus demografi diarahkan pada mem-boost keuntungan pada tahun-tahun mendatang terutama keuntungan ekonomi dari banyaknya sumber daya manusia (SDM) yang produktif.

Subscribe to this RSS feed