Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Warisan SBY: Teror BBM

Warisan SBY: Teror BBM
Yogyakarta-KoPi. Mengapa SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) presiden, mewariskan teror BBM seperti ini. Keluh warga yang mengantri di SPBU jalan Solo, Yogyakarta. Kelangkaan BBM di Yogyakarta dan Surabaya mulai terasa pada hari Senin (25/8/14). Para pengguna kendaraan bermotor merasakan was-was.

"Gimana tidak was-was, saya ini pedagang antara Klaten dan Jogja. Kalau tanpa bensin, saya tidak bisa apa-apa dong mas. Tuno (rugi) saya".

Demikian keluh Darmanto yang sehari-hari menjadi pemasok sayuran di Jogja dan Klaten. Perasaan was-was juga dialami banyak warga. Mereka merasa mendapat teror saja.

"Lha saya setiap hari ke sekolah naik motor, jaraknya jauh. Angkutan umum tidak banyak di tempat saya sana. Kok bisa gini ya mas". Kata Rifatul, guru SD di daerah Karangkajen.

Namun menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, melalui siaran pers Minggu (24/18/14) menjelaskan bahwa persediaan Pertamina cukup sampai akhir tahun.

"Ketidaktersediaan BBM bersubsidi saat ini bukan suatu kelangkaan".

Menurut Ali, Pertamina mengatur kuota BBM bersubsidi supaya cukup sampai akhir tahun 2014. APBN berdasar UU No. 12 Tahun 2014 menetapkan kuota sebesar 46 juta kilo liter, berbeda dari APBN 2015 sebesar 48 juta kilo liter.

Menurut warga pengantri BBM di Yogyakarta, apabila persediaan masih cukup mengapa terjadi kelangkaan seperti ini?

"Pemerintah tidak bisa hanya sekedar menjelaskan tapi melihat fakta lapangan dong". Sergah beberapa pengantri SPBU.

Pada akhir masa pemerintahan SBY, masyarakat dihantam kelangkaan BBM. Hal ini bisa menyebabkan persepsi politis yang kurang konstruktif dan produktif di dalam masyarakat.

Reporter: Winda Efanur

back to top