Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Warisan SBY: Teror BBM

Warisan SBY: Teror BBM
Yogyakarta-KoPi. Mengapa SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) presiden, mewariskan teror BBM seperti ini. Keluh warga yang mengantri di SPBU jalan Solo, Yogyakarta. Kelangkaan BBM di Yogyakarta dan Surabaya mulai terasa pada hari Senin (25/8/14). Para pengguna kendaraan bermotor merasakan was-was.

"Gimana tidak was-was, saya ini pedagang antara Klaten dan Jogja. Kalau tanpa bensin, saya tidak bisa apa-apa dong mas. Tuno (rugi) saya".

Demikian keluh Darmanto yang sehari-hari menjadi pemasok sayuran di Jogja dan Klaten. Perasaan was-was juga dialami banyak warga. Mereka merasa mendapat teror saja.

"Lha saya setiap hari ke sekolah naik motor, jaraknya jauh. Angkutan umum tidak banyak di tempat saya sana. Kok bisa gini ya mas". Kata Rifatul, guru SD di daerah Karangkajen.

Namun menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, melalui siaran pers Minggu (24/18/14) menjelaskan bahwa persediaan Pertamina cukup sampai akhir tahun.

"Ketidaktersediaan BBM bersubsidi saat ini bukan suatu kelangkaan".

Menurut Ali, Pertamina mengatur kuota BBM bersubsidi supaya cukup sampai akhir tahun 2014. APBN berdasar UU No. 12 Tahun 2014 menetapkan kuota sebesar 46 juta kilo liter, berbeda dari APBN 2015 sebesar 48 juta kilo liter.

Menurut warga pengantri BBM di Yogyakarta, apabila persediaan masih cukup mengapa terjadi kelangkaan seperti ini?

"Pemerintah tidak bisa hanya sekedar menjelaskan tapi melihat fakta lapangan dong". Sergah beberapa pengantri SPBU.

Pada akhir masa pemerintahan SBY, masyarakat dihantam kelangkaan BBM. Hal ini bisa menyebabkan persepsi politis yang kurang konstruktif dan produktif di dalam masyarakat.

Reporter: Winda Efanur

back to top