Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Warisan SBY: Teror BBM

Warisan SBY: Teror BBM
Yogyakarta-KoPi. Mengapa SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) presiden, mewariskan teror BBM seperti ini. Keluh warga yang mengantri di SPBU jalan Solo, Yogyakarta. Kelangkaan BBM di Yogyakarta dan Surabaya mulai terasa pada hari Senin (25/8/14). Para pengguna kendaraan bermotor merasakan was-was.

"Gimana tidak was-was, saya ini pedagang antara Klaten dan Jogja. Kalau tanpa bensin, saya tidak bisa apa-apa dong mas. Tuno (rugi) saya".

Demikian keluh Darmanto yang sehari-hari menjadi pemasok sayuran di Jogja dan Klaten. Perasaan was-was juga dialami banyak warga. Mereka merasa mendapat teror saja.

"Lha saya setiap hari ke sekolah naik motor, jaraknya jauh. Angkutan umum tidak banyak di tempat saya sana. Kok bisa gini ya mas". Kata Rifatul, guru SD di daerah Karangkajen.

Namun menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, melalui siaran pers Minggu (24/18/14) menjelaskan bahwa persediaan Pertamina cukup sampai akhir tahun.

"Ketidaktersediaan BBM bersubsidi saat ini bukan suatu kelangkaan".

Menurut Ali, Pertamina mengatur kuota BBM bersubsidi supaya cukup sampai akhir tahun 2014. APBN berdasar UU No. 12 Tahun 2014 menetapkan kuota sebesar 46 juta kilo liter, berbeda dari APBN 2015 sebesar 48 juta kilo liter.

Menurut warga pengantri BBM di Yogyakarta, apabila persediaan masih cukup mengapa terjadi kelangkaan seperti ini?

"Pemerintah tidak bisa hanya sekedar menjelaskan tapi melihat fakta lapangan dong". Sergah beberapa pengantri SPBU.

Pada akhir masa pemerintahan SBY, masyarakat dihantam kelangkaan BBM. Hal ini bisa menyebabkan persepsi politis yang kurang konstruktif dan produktif di dalam masyarakat.

Reporter: Winda Efanur

back to top