Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Warga Magelang berangsur ngebor sumur dan tinggalkan PDAM

Foto: kompas.com Foto: kompas.com

Kota Mungkid-KoPi | Warga Perumahan Kalinegoro, Mertoyudan, Magelang berangsur berencana meninggalkan PDAM sebagai sandaran kebutuhan air bersih. Hal ini terjadi karena warga sudah tidak lagi bisa percaya PDAM mampu memenuhi kebutuhan air bersih mereka. Beberapa penduduk mulai membuat sumur bor baik secara pribadi atau kolektif.

Ibu Siti Aminah (63 tahun), salah satu pelanggan PDAM mengatakan air dari PDAM seringkali macet. Terutama ketika menjelang hari raya hingga pasca- hari raya Idul Fitri 2015 ini.

"Susah, Mas, kita semakin lama semakin merasa dirugikan dengan PDAM. Air sering macet, terutama kalau mau lebaran seperti ini. Tapi anehnya, daerah selatan kok tidak. Ya, sudah, kita putuskan saja bikin sumur bor. Kalau tidak susah," kata Ibu Siti Aminah.

Perasaan senada juga disampaikan Johan warga Perumahan Kalinegoro. Menurutnya PDAM seperti tidak mampu mengatur lagi distribusi air ke masyarakat Magelang.

"Pelanggan semakin banyak, tetapi pelayanan semakin buruk. Kita sudah berlangganan sejak perumahan ini berdiri tahun 1980-an tapi air macet pas sangat dibutuhkan malah gak ada. Ini sudah macet jauh sebelum Lebaran 2015 kemarin hingga sekarang masih macet".

Sementara itu pihak Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Magelang belum bisa dimintai keterangannya.| E Hermawan

back to top