Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Wanita ini memberi 'kesaktian' kepada anak-anak

Wanita ini memberi 'kesaktian' kepada anak-anak

Surabaya-KoPi| Dunia makin padat dan riuh oleh persaingan dalam segala dimensi. Jika lemah, individu tak akan mampu tumbuh dalam kebahagiaan dan kemapanan sosial ekonomi. Maka bagi wanita ini, memberi 'kesaktian' kepada para generasi adalah keharusan.

Kesaktian itu dalam dunia modern sekarang adalah ilmu pengetahuan dan keterampilan. Wanita yang sering membersamai masyarakat kecil ini adalah Fatma Saifullah Yusuf, Ketua Umum BKOW Jawa Timur. Ia menjelaskan tentang kesaktian bagi para generasi masa mendatang ketika hadir dalam acara Yatim Mandiri (24/10/15). Ada 100 anak yatim yang belajar tentang kemandirian bersama Fatma.

"Anak-anak harus mendapatkan bekal kesaktian dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan."

Fatma memberi apresiasi kepada Yatim Mandiri yang berkomitmen memupuk ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada anak-anak yatim yang tergabung di Sanggar Genius. Mereka, para anak yatim, nantinya adalah para pemimpin di dalam masyarakat. Sebagian mungkin menjadi profesional dan sebagian lagi menjadi pemimpin politik.

"Saya sendiri memberikan hal yang mungkin seorang ibu memberikan pada anak-anaknya, yaitu proses menjadi mandiri; memasak, mencuci sampai mempersiapkan pakaian sehari-hari secara rapi."

Fatma menjelaskan bahwa kemandirian harus dimulai sejak dini. Namun bukan berarti mereka kehilangan masa kanak-kanak yang membutuhkan ruang bermain. Maka bagaimana caranya melalui ruang bermain yang ceria, kemandirian dimasukkan secara perlahan. 

"Anak-anak harus mendapat kesempatan dan dukungan penuh agar nanti pada masa mendatang mereka mampu bertanggung jawab sebagai pemimpin yang hebat dalam masyarakatnya".

Setelah menjelaskan demikian kepada KoPi, wanita berparas selalu ceria itu mengajak anak-anak belajar mencuci baju. |YP|

back to top