Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Wanita berparas selalu ceria ini ternyata...

Wanita berparas selalu ceria ini ternyata...

Rentetan kesibukan sebagai istri dari Wagub Jawa Timur membuat Fatma Saifullah Yusuf tidak melupakan tugas fundamentalnya sebagai seorang ibu.

Tugas yang tidak terasa sebagai beban, sebaliknya sebagai kebahagiaan. KoPi menemuinya di kantor BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) pada suatu siang, setelah shalat Dhuhur. Bu Fatma, panggilan akrabnya, bercerita tentang keseimbangan antara rumah dan pekerjaan.

Ketika di rumah, wanita berparas selalu ceria ini mengurus rumah tangga, mendampingi suami, mengasuh dan membimbing anak-anak. Ketika berada di dunia masyarakat, ia memimpin beberapa organisasi, mendampingi kegiatan sosial isteri gubernur, serta mengikuti kegiatan kenegaraan lainnya.

Ibu dari satu puteri dan tiga putera ini sangat perhatian pada kedisiplinan. Putera dan puterinya, sebagaimana anak-anak pada umumnya tidak jarang bermalasan. Itu tidak baik.

Fatma ingin mereka selalu rajin dan bersemangat dalam segala hal. Ia membangunkan mereka ketika subuh, mandi dan bersiap dengan berbagai aktivitas. Pernah suatu saat, anak-anak kelelahan namun sekolah belum libur. Ibu Fatma membangunkan mereka dan meminta segera mandi.

"Lucu kalau ingat tingkah anak-anak. Mereka berjalan sambil tidur...ehm atau tidur sambil berjalan, menuju kamar mandi. Saya tunggu kok tidak selesai-selesai padahal waktu makin siang. Yah begitulah hal-hal lucu membersamai anak-anak".

Istri Gus Ipul ini mengatur waktu sedemikian rupa agar perhatian kepada anak tetap terjaga.

“Saya sangat suka masak-masak. Akan tetapi sekarang ada pertimbangan lain sehingga pensiun dulu untuk masak-masak di dapur. Terakhir saya masak di dapur, semua orang di rumah dinas ini pada kabur dan nggak berani ambil makanan atau minuman, hehe... Mungkin sungkan ya melihat saya karena melayani urusan perut mereka. Apalagi kalau saya langsung turun tangan membersihkan dapur sampai kinclong. Nah daripada setiap hari mereka tidak berani makan, mendingan saya pensiun dulu dari dapur” ujarnya tersenyum simpul mengingat kejadian itu.

Fatma menekankan bahwa perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak serta suami adalah nomor satu. Kesibukan lainnya seperti mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, mengurus dua organisasi besar, mendampingi Ibu Gubernur dan sebagai seorang ibu rumah tangga sudah diaturnya sedemikian rupa. Pengaturan yang cukup ketat tersebut agar masing-masing peran bisa harmoni dan optimal.

“Biarpun kesibukan di luar sangat padat, saya memaksimalkan perhatian kepada anak-anak yang saat ini sudah pada beranjak remaja. Salah satunya adalah jika ada kegiatan di sekolah mereka, saya akan berusaha untuk hadir. Alhamdulillah pihak  sekolah sering berkomunikasi terkait jadwal kegiatan, sehingga bisa dicocokan dengan agenda tugas saya” tutur perempuan manis berkacamata tersebut.

Bagi Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) ini memeluk anak-anak setiap waktu adalah bentuk menanamkan cinta dan kasih sayang.

“Saya benar-benar merasa menjadi seorang Ibu bagi anak-anak saya ketika saya memeluknya. Dan itu saya lakukan setiap hari sebelum dan sepulang sekolah” tukasnya.

Meskipun kerap sibuk mengurusi organisasi BKOW dan Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga Indonesia), urusan keluarga adalah hal paling utama yang harus dilakukannya.

“Saat ini anak-anak sudah memasuki usia remaja, sudah bisa melihat, mengkritik, komplain atau memberi saran kepada orang tua, sehingga saya harus lebih berhati-hati dalam banyak hal. Saya seperti halnya orang-orang tua lain, berharap mampu membentuk pribadi anak-anak yang baik.

Kepada mereka kami tidak hanya berucap kata cinta tetapi selalu dengan sentuhan dan pelukan hangat. Semoga suatu saat nanti anak-anak dapat melihat dengan mata hati bagaimana sosok ayah dan ibunya. Mereka bisa meneladani yang baik-baiknya saja. Karena itu saya dan Gus Ipul berusaha semaksimal mungkin ada di saat mereka membutuhkan dan memberi contoh terbaik sebagai orang tua” ujar Fatma.

Wanita berparas selalu ceria ini ternyata seorang figur yang tangguh. Sepertinya ia meneladani Khadijah Al-Kubra istri Nabi Muhammad saw. |Labibah

back to top