Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Update status facebook, pria ini habis dipukuli warga

Update status facebook, pria ini habis dipukuli warga
KoPi| Media sosial merupakan tempat pelampiasan seseorang terkait pandangan dan pola pikirnya. Namun, dalam etika media sosial yang mengusik ras, suku maupun agama akan menjadi sebuah persoalan yang besar. Seperti yang dirasa oleh Andri Rudiyanto (23) yang memposting sebuah status menghina sebuah daerah di Kalimantan Timur.

Pemilik akun facebook Andri Anto Dark yang berasal dari Jakarta dan bekerja di Samarinda ini mengungkapkan keluh kesahnya. “Gua bingung sama mahluk” di samainda masih chaos abieeeaas apalagi di tambah nyampahnya orang” timor yang sok tau hadeh ”samarinda” kapan majunya semua dari style & lagu”nya pada demen lagu” cengeng hadeh” ..... alay” berserakan” demikian unggah Andri.

Setelah memposting status tersebut, salah seorang kawan Facebook Andri menggugah akun tersebut ke akun Bubuhan Samarinda. Sehingga status yang diposting dengan alasan tidak sengaja tersebut dengan cepat meluas diketahui masyarakat Samarinda.

Sebulan setelah ia memosting status tersebut,  beberapa warga datang mencarinya yang sedang bekerja di tempat pencucian motor di Samarinda pada Selasa (8/9) pukul 15.30.

“Awalnya datang 5 orang nanya soal cuci motor, terus tiba-tiba tanya soal facebook dan nanya akun facebook saya,” tutur Andri saat dimintai keterangan di Polsekta Samarinda Utara. Setelah itu ia menerima pukulan yang bertubi-tubi dari warga. Bahkan warga lain turut berdatangan dengan memukuli Andri menggunakan balok kayu.

“Sebelum saya dipukuli, saya sudah lebih dulu minta maaf. Tapi warga yang terus berdatangan lebih banyak dan memukul saya dengan balok," ujarnya.

Saat ini Andri diamankan di Polsekta Samarinda Utara untuk menjalani proses hukum yang berlaku. Ia juga menerima robek di pelipis dan lebam di beberapa tubuhnya akibat pukulan dari warga. |Labibah|

 

back to top