Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Transportasi kota tak bisa dibebankan pada satu modal

Transportasi kota tak bisa dibebankan pada satu modal
Surabaya – KoPi | Jumlah kendaraan di Surabaya pada tahun 2014 mencapai 4,4 juta unit. Roda dua menjadi yang terbanyak, sekitar 3,55 juta unit. Pertambahan jumlah kendaraan roda empat mencapai 4 ribu unit per bulan, sedangkan kendaraan roda dua mencapai 12 ribu unit per bulan. Bandingkan dengan panjang jalan Surabaya yang hanya mencapai 2.096.690 meter.

Melihat angka tersebut tentu saja sudah menggambarkan bagaimana gawatnya kondisi jalanan di Surabaya. Jumlah kendaraan terus meningkat, sementara jalan tidak bertambah panjang. Perlunya transportasi umum yang bersifat massal, murah, dan cepat semakin tak terelakkan demi mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya.

Meski demikian transportasi umum di Surabaya tidak bisa dibebankan pada satu moda transportasi saja. Penulis buku Surabaya Punya Cerita, Dhahana Adi, mengatakan kemacetan Surabaya tidak bisa diatasi hanya dengan pembangunan trem dan monorel saja. Sinergi antara transportasi umum lain seperti bus kota dan angkutan umum perlu dilakukan.

“Trem itu hanya salah satu alternatif untuk mengimbangi kemacetan dan menambah efektivitas angkutan umum lain. Sebaiknya trem dan monorel disandingkan dengan transportasi lain dan menjadi opsi warga Surabaya,” ujar Ipung, panggilan Dhahana.

Masyarakat seharusnya bebas memilih transportasi umum mana yang lebih cocok untuknya, baik harga, jalur, maupun ketepatan waktunya. Yang penting tidak mengubah blue print transportasi massal yang sudah ada.

“Ini semua bergantung pada kesanggupan pemerintah. Pemerintah jangan memperlakukan pembangunan trem ini sebagai euforia sesaat. Ketika lihat macet, langsung cetuskan bangun trem. Seharusnya transportasi umum sesuaikan dengan kondisi tata kota dan harus terstruktur untuk jangka panjang,” kata Ipung.

Pemerintah perlu mengubah pola pikir masyarakat tentang transportasi publik. Selama ini masyarakat menganggap menggunakan transportasi umum memakan waktu yang lebih lama dibanding kendaraan pribadi. 

“Seharusnya pemerintah mampu menjelaskan pada warga bahwa transportasi massal itu moda alternatif untuk efisiensi waktu,” lanjutnya.

 

back to top