Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

TransJakartaku sayang, TransJakartaku malang

TransJakartaku sayang, TransJakartaku malang
Jakarta - KoPi | Menjadi sarana transportasi umum di Jakarta selama 11 tahun, bus TransJakarta kerap memiliki masalah. Baru-baru ini, satu bus TransJakarta terbakar hangus di sebuah halte Salemba. Meskipun tidak memakan korban, kebakaran tersebut sangat mengkhawatirkan bagi masyrakat.

Bus milik Lorena dengan jenis Komodo itu terbakar disebabkan oleh konsleting listrik. Setelah menurunkan seluruh penumpang, api menjalar dari belakang badan bus dengan sangat cepat.

Bahkan dalam satu tahun belakangan, rentetan kecelakaan dan kebakaran bus TransJakarta menjadi sorotan masyarakat. Hal tersebut membuat masyarakat berbodong-bondong mulai meninggalkan TransJakarta.

“Sebenernya ngeri-ngeri sih naik TransJakarta sekarang, ya.. takut kebakar lagi. Cuma kebutuhan banget, kalo masih bisa naik kendaraan pribadi ya kendaraan pribadi aja, kalo kepepet banget baru naik TransJakarta” ujar Muhammad salah satu pengguna Bus TransJakarta.

Bahkan bus TransJakarta memiliki fasilitas yang kurang layak di beberapa rute. Seperti koridor VI, Ragunan-Dukuh Atas yanag menggunakan bus jenis lama.

“Sering denger suara mesin yang aneh. Acnya juga sangat tidak dingin, pintunya bahkan ada beberapa yang gak bisa ditutup rapat. Ngeri!” lanjutnya.

Memiliki jalur khusus sehingga bisa meminnimalkan kemacetan Jakarta, TransJakarta memang menjadi transportasi umum favorit. Apalagi biaya penggunaan transportasi jenis ini dikategorikan sangat murah, 3500 bisa mengelilingi Jakarta.

“Sistemnya dibenerin deh. Dibanding masyarakat semakin kecewa dan malah beralih ke transportasi pribadi, Jakarta makin macet kan tuh. Masa bus-bus baru bisa kebakar, kan pasti ada sesuatu” ujar Rani salah satu pengguna TransJakarta.

Rani juga menghimbau percepatan dari pembangunan MRT. Menurutnya, MRT akan mengupayakan kekacauan transportasi publik di Jakarta.

“Kalo pengelolaannya bener, MRT pasti akan jadi transportasi favorit. Sekarang udah mulai banyak yang kecewa sama TransJakarta kan, jadi ya kita nunggu MRT itu” ujarnya.

Menanggapi adanya kerusakan pada TransJakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberi peringatan tegas. Ia berjanji untuk tidak membeli bus sembarangan untuk menjaga kualitasnya.

Ahok kerap menyalahkan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terdahulu yang memilih membeli bus dengan merek tidak jelas untuk digunakan sebagai bus TranJakarta. | Labibah

back to top