Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Tahun ke-9 lumpur Lapindo, para korban arak ogoh-ogoh serupa Bakrie

Tahun ke-9 lumpur Lapindo, para korban arak ogoh-ogoh serupa Bakrie
Porong - KoPi | Memasuki tahun ke 9, para korban lumpur Lapindo belum sepenuhnya mendapat ganti rugi. Mereka yang haknya belum terpenuhi menggelar festival pulang kampung dengan mengarak ogoh ogoh serupa Aburizal Bakrie. Ogoh-ogoh yang serupa Bakrie dengan berbaju kuning dan tangan dirantai itu diarak dari taman Apaksi menuju kawasan lumpur lapindo pada jumat (28/05).

Arak-arakan yang diikuti oleh puluhan orang ini diikuti kelompok perempuan Lumpur Lapindo (ArRohmah), Paguyuban Ojek, portal Titik 21 dan juga komunitas AlFaz. Festival yang dinamakan pulang kampung ini menuntut pihak Bakrie maupun pemerintah untuk mengusut tuntas segala korban lumpur Lapindo.

Herwati, selaku ketua kelompok Ar Rohmah dan juga kordinator pelaksana festival tersebut mengungkapkan, kebutuhan korban saat ini bukan sekedar ganti rugi atas bangunan yang kini sudah terkubur lumpur. “Yang kami butuhkan adalah pemulihan, bukan sekedar kesehatan. Melainkan pendidikan anak-anak yang semakin terpinggirkan, jaminan sosial ekonomi serta pemulihan budaya yang kini hilang bersamaan dengan terpencarnya masyarakat Porong”.

Herwati dan para korban lainnya masih merasakan penderitaan. Menurutnya, hanya segelintir orang yang menerima ganti rugi dan memanfaatkan penderitaan beban yang mereka rasakan. “kami perlu dilunasi haknya, sehingga setara dengan mereka yang sudah dilunasi” tegasnya.

Meskipun telah mengontrak rumah disekitaran Sidoarjo. Korban lumpur Lapindo menolak lupa mengenai kampung halaman yang menjadi tempat kelahiran mereka. Sehingga aksi yang mereka lakukan hari ini bentuk tamparan bagi pihak terkait dan juga pemerintah untuk segera menuntaskan penderitaan yang mereka rasakan.

Dalam festival yang diiringi patrol dari anggota AlFaz, dua orang korban lumpur terlihat emosional sehingga mengamuk dan saling tubruk. Menurut warga setempat, dua orang itu terlibat emosi dengan Bakrie sehingga mengamuk dan kesurupan. | Labibah

back to top