Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Tips merawat bayi terkena batuk sesak bersama dr. Dini Adityarini, Sp.A.

KoPi| Batuk sesak pada bayi sering terjadi karena virus yang menyebabkan tenggorokan bengkak akibat infeksi. Ketika bayi usia 3 bulan sampai 3 tahun mengalami batuk, butuh perawatan lebih ekstra.

Dokter anak, Dini Adityarini, memberikan tips merawat bayi ketika mengalami batuk sesak.

1. Orang tua harus memperlihatkan ketenangan agar bayi ikut tenang. Ajak bayi bermain ringan yang bukan gerakan berat.

2.  Gunakan humidifier di dalam kamar tidur anak agar terciptak udara lembab hangat. Cara lain membuat kamar mandi memiliki udara lembab dengan uap sekitar 5-10 menit.

3. Jika suhu udara di luar lebih dingin, bayi bisa dibawa keluar beberapa menit namun harus diberi selimut yang cukup. 

4. Bayi berada dalam posisi tegak. Jika bayi belum bisa duduk sendiri maka perlu digendong dengan posisi tegak.

5. Berikan ASI kepada bayi karena cairan alami ini sangat bermanfaat dalam penenangan mental bayi.

6. Batuk sesak akibat infeksi harus dilawan oleh tubuh yang kuat maka upayakan anak bisa tertidur. Karena tidur dapat membantu perlawanan terhadap infeksi.

7. Orang tua harus selalu awas dengan berada di sekitar bayi. Jika ada kondisi yang buruk maka bisa segera membawa ke dokter atau rumah sakit. 

Dokter Dini mengatakan bahwa ketenangan orang tua sangat menentukan proses perawatan bayi yang terkena batuk. |Labibah|

Read more...

Inilah ciri penting kapan bayi harus dibawa ke dokter ketika batuk

KoPi| Bayi mengalami batuk sesak memiliki ciri suara batuk tinggi, kering dan seperti ada suara menging. Sebelum batuk menyerang, sebagian mengalami demam, pilek dan suara serak selama beberapa hari. Biasanya malam hari intensitas batuk meningkat cukup drastis.

Demikian dr. Dini Adityarini, Sp.A., dokter anak dari Surabaya, menjelaskan kepada KoPi. Dokter Dini menyebutkan bahwa bayi dengan batuk sesak bisa disebabkan oleh virus parainfluenza atau virus respiratory syncytial dan virus-virus penyerang pernafasan lainnya. Tenggorokan bayi akan menyempit dan bengkak memerah. 

Usia bayi 3 bulan sampai 6 tahun bisa mendapatkan serangan batuk sesak ini. Ada beberapa tips merawat bayi yang sedang mengalami batuk sesak ini menurut dokter Dini. Jika upaya perawatan bayi dengan batuk sesak sudah tidak bisa, sebaiknya segera dibawa ke dokter anak.

Dokter Dini menyatakan bahwa tidak jarang para orang tua tidak menyadari kapan perlu membawa buah hati ke rumah sakit atau puskesmas. Padahal serangan batuk sesak tersebut bisa sangat berbahaya. Dokter spesialis anak yang aktif dalam budaya ASI untuk buah hati ini menjelaskan beberapa ciri yang menjadi tanda untuk membawa bayi ke perawatan medis serius.

1. Bayi bernafas pendek namun cepat. Perut biasanya terlihat kembang kempis karena berusaha menarik napas ke paru-paru.

2. Area wajah seperti mulut dan hidung terlihat pucat kebiruan. Kuku-kuku jemari juga mengalami perubahan warna ini. Warna pucat dan kebiruan menandakan tubuh kekurangan oksigen.

3. Badan gelisah dengan terus menggerakkan kaki, tangan dan kepala. 

4. Bayi mengalami peningkatan suhu atau demam.

Jika sudah ada empat ciri tersebut, dokter Dini menyarankan secara kuat agar bayi segera dibawah ke rumah sakit, puskesmas atau dokter anak terdekat.

"Para orang tua harus waspada. Sakit batuk demam bisa disembuhkan. Akan tetapi jangan sampai terlambat. Karena usia bayi masih belum memiliki daya tahan seperti usia dewasa," ungkap dokter Dini Adityarini.

Read more...

Masya Allah, kebenaran Al Quran tentang ASI yang baru terbukti ilmu modern abad ini

KoPi| Ilmu modern baru berhasil mengungkap alasan mengapa Al Quran memberikan penjelasan khusus tertakait ASI (Air Susu Ibu) . ASI menjadi penting diperbincangkan secara serius di tengah serakahnya sufor mempengaruhi para orang tua. Kota maupun desa, tidak terlepas dari cengkraman keserakahan tersebut. Padahal efek nutrisi instan untuk buah hati tersebut dampaknya tidak bagus untuk kesempurnaan pertumbuhan bayi. 

Allah berfirman dalam Al Quran Surat Al Baqoroh ayat 233: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu secara ma'ruh. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya". 

Allah mewajibkan pemberian ASI kecual atas kondisi darurat ibu sehingga tidak akan mendapatkan dosa. Betapa kuatnya pesan Allah ini kepada manusia tentang ASI. Hal ini berarti ada alasan penting yang bersifat ilmiah.

Dini Adityarini dokter spesialis anak menjelaskan alasan ilmiah dalam ilmu medis modern tentang ASI.

"Pakar kesehatan Lars Bode dalam jurnal Glycobiology tahun 2012 telah melaporkan riset ilmiah tentang kandungan ASI yang tidak bisa tergantikan oleh rekayasa nutrisi modern. Laporan risetnya berjudul Human milk oligosaccharides: Every baby needs sugar mama."

Dokter dari Surabaya ini menjelaskan bahwa riset tersebut menemukan fakta-fakta ilmiah dari ASI terkait dengan zat nutrisi yang sangat cocok dengan kebutuhan tubuh bayi. Zat itu disebut sebagai HMO atau human milk oligosaccharides. Luar biasanya, zat HMO ini tidak bisa ditiru oleh rekayasa karena hanya bisa diproses oleh tubuh ibu.

Penemuan zat HMO dalam ASi memperlihatkan alasan ilmiah mengapa Tuhan memberikan perintah kuat kepada orang tua untuk menyusui para bayinya. Fungsi HMO sangat luar biasa. Bayi yang mendapat asupan ASI memang tidak tampak gendut berlebihan karena sudah dalam takaran yang terbaik dari Tuhan.

Untuk mengetahui fungsi-fungsi HMO bisa dibaca di Teknologi dari Tuhan yang tidak bisa tertandingi. |YP|

Read more...

Teknologi dari Tuhan yang tidak tertandingi

"Jangan menunggu terlalu lama terpisah. Sebab fase persentuhan dibutuhkan untuk merajut sistem syaraf ‘cinta’ antara ibu dan cinta mungil"


oleh: dr. Dini Adityarini, Sp.A


Dulu selama awal menjalani sebagai dokter, aku selalu bertanya tentang satu hal. Apakah proses merawat dan menyembuhkan kesehatan hanya ditentukan oleh prosedur medis yang ketat? Ya, prosedur medis ketat adalah faktor fundamental. Akan tetapi prosedur-prosedur itu benarkah telah sempurna? 

Tanya itu makin berpusar di ruang hati ketika menjadi dokter spesialis anak. Seorang ibu melahirkan melalui proses sectio caesar dan bayinya harus dibawa terpisah di ruang perawatan intensif NICU ( Neonausl Intensive Care Unit), misalnya, secara prosedur medis ketat harus terpisah dari cinta mungil. Pengalamanku menangani ini, entah berapa kali sejak tahun 2006, prosedur medis ketat menciptakan fenomena pada ibu dan cinta mungil.

Fenomena itu muncul dalam bentuk kondisi psikologis, emosional, dan perilaku. Ibu yang terpisah dari cinta mungilnya cenderung kehilagan kepercayaan diri untuk ‘menyentuh’ buah hatinya. Pada cinta-cinta mungil, ada gerak atau gesture yang kurang cepat merespon.

Fenomena itulah yang mendorongku sering berbeda dalam penanganan paska ibu melahirkan di ruang NICU. Aku berusaha langsung mendekatkan cinta mungil yang baru saja terlahir pada sang ibu. Membantu keduanya dalam persentuhan pertama setelah kelahiran.

Beberapa kulakukan, dan yang kusaksikan sungguh menakjubkan. Wajah ibu memperlihatkan cahaya kerinduan, sama halnya cinta mungil yang langsung terhubung kembali. Seolah dua kekasih yang terpisah ribuan tahun. Bahasa prosedur medis modern yang ketat mungkin tidak akan menjangkaunya, sebab prosedur bisa saja mengabaikan kekuatan sentuhan.

Sentuhan tidaklah proses biologis semata. Ini mungkin kunci dari Allah bagaimana ruh cinta mengalami proses perajutan sangat mendasar. Perajutan cinta itu menghidupkan sistem syaraf yang bahasanya tidak tertangkap oleh mikroskop. Sistem yang mungkin menentukan salah satunya bagaimana ASI bisa diproduksi secara lancar dan tersalur pada cinta mungil tanpa halangan.

Proses persentuhan ini sesungguhnya, kuyakini, merupakan narasi ultra-ilmiah dari Tuhan. Tujuannya agar ASI bisa terserap. Bagiku ini merupakan alasan paling penting mengapa Tuhan menciptakan proses persentuhan cinta. Alasan itu adalah ASI merupakan jawaban paling ilmiah dari sisi apapun.

Suatu ketika akhir tahun 2015, aku mengikuti konferensi internasional dan workshop untuk para dokter anak dan obgyn bertajuk  Kongres JENS (Joint European Neonatology Soceity) di Budapest. Para pakar dan dokter Eropa hadir di sana.

Sungguh, Allah menjawab pertanyaan-pertanyaanku selama ini. Pakar kesehatan anak itu bernama Richard Kuhn dan Paul Gyorgy. Mereka menemukan hal penting dari pertanyaanku, bahwa ASI mengandung zat yang dinamakan "Bifidus factor" atau "Gynolacyosa" atau "Human Milk Oligosaccharides (HMO)".

HMO hanya ada dalam ASI.  Sebab konsentrasi oligosakarida pada susu sapi (yang dipakai sebagai dasar susu formula), kambing, domba dan babi hanya seperseribu dari kadar di ASI. HMO mempunyai fungsi-fungsi terlampau penting untuk diabaikan.

Dokter Lars Bode seorang dokter anak neonatologi dan juga ahli gastroenterologi menyebutnya sebagai POSTULAT HMO Effect. Ada 5 fungsi utama dari postulat itu*:


1. HMO sebagai prebiotik. Ini akan menumbuhkan bakteri baik (bifidobacterium) dalam usus bayi sehingga bakteri patogen tertekan pertumbuhannya.

2.HMO sebagai antiadhesive antimicrobial yang akan mencegah perlekatan mikroba pathogen.

3.HMO secara langsung mempengaruhi sel2 epitel usus sebagai modulator cell response.

4.HMO sebagai Imunomodulator yang akan mencegah bayi dari reaksi alergi (menyeimbangkan fungsi Th1 dan Th2).

5.HMO melindungi bayi bayi prematur dari kerusakan epitel usus (Necrotizing Enterocolitis)

6. HMO mengandung Sia (Sialic Acid) yang merupakan nutrisi penting untuk perkembangan otak.

Susu formula tidak bisa menyediakan HMO seperti yang terdapat dalam ASI. FOS (Fructooligosaccharides) dan GOS (Galactooligosaccharides) yang ditambahkan pada susu formula mempunyai struktur kimia yang sama sekali berbeda dengan HMO.

Nah, tantangan selanjutnya tidak hanya pada dimensi mengapa ASI menjadi alasan paling penting bagi pertumbuhan bayi. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana para ibu dan ayah memilih ASI daripada susu formula. Kunci itu adalah persentuhan awal antara ibu dan cinta mungil. Jangan menunggu terlalu lama terpisah. Sebab fase persentuhan dibutuhkan untuk merajut sistem syaraf ‘cinta’ antara ibu dan cinta mungil.

*) Disadur dari Review yang ditulis oleh Lars Bode, Human Milk Oligosaccharides :Every Baby needs a sugar mama, Glycobiology vol 22 April 2012)

Read more...

Berjuang demi 'Tetesan Surga' yang menjadi perisai kehidupan

  • Published in Sosial

KoPi| 'Tetesan Surga' merupakan materi suci yang usianya setua penciptaan makhluk hidup itu sendiri. Tuhan memberikannya kepada manusia sebagai esensi energi yang menghidupkan dan menumbuhkan. Esensi yang menjadi perisai paling canggih dalam perlindungan manusia.

Tetesan Surga diberikan kepada manusia melalui kodrat perempuan. Cairan murni yang menjadi materi transisi manusia yang lemah, sebagai bayi yang rentan oleh sakit, menjadi manusia yang kuat dan cerdas. Lalu manusia menyebutnya sebagai Air Susu Ibu (ASI).

Demikian dr. Dini Adityarini, Sp.A. dokter spesialis anak dari Surabaya ini memberi gambaran tentang ASI kepada KoPi. 

"ASI merupakan materi sangat esensial, paling murni, dan paling mengerti tentang bagaimana manusia yang masih bayi ditumbuhkan dalam perlindungan."

Dokter berkerudung ini menjelaskan bahwa ASI merupakan desain teknologi ilahiah yang tidak akan bisa ditandingi oleh teknologi rekayasa nurtisi apapun. Unsur-unsur dalam ASI secara indah, tepat dan terukur dihadiahkan Tuhan kepada manusia yang hidup di muka bumi.

"Maka jangan mencoba berkata bahwa teknologi rekayasa manusia akan menandinginya. Jika tidak dalam kondisi sangat mendesak, kondisi yang mengharuskan penggunakan nutrisi buatan manusia (sufor, red.) maka tetesan surga itulah yang mesti diberikan pada bayi,"

Dokter Dini tidak gentar harus berhadapan dengan keserakahan bisnis terkait produk nutrisi bayi baik sufor maupun produk lainnya. Jika pun bayi telah diperbolehkan mengonsumsi makanan padat atau masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), maka berikan nutrisi alam yang sehat dan segar.

"MPASI paling baik adalah langsung dimasakkan oleh paps dan mams. Lebih segar, vitamin terjaga, dan lebih murah."

Pada hari Sabtu (28/11/2015) Dokter Dini mendapat undangan memberikan pelatihan dan wejangan terkait ASI dan cara-cara pemberian ASI yang baik di Kabupaten Jombang. Kabupaten ini secara berani telah menerbitkan Perda ASI yang mengharuskan para orang tua mengutamakan ASI. |YP| 

Read more...
Subscribe to this RSS feed