Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Susu formula membodohkan, namun disayang

Susu formula membodohkan, namun disayang
Surabaya-KoPi | Survey dari Proyeksi Indonesia tentang penggunaan susu formula (sufor), lihat di berita Penyakit akibat pada bayi akibat susu formula, sangat mengejutkan dokter spesialis anak, dokter Dini Adityarini, SpA. Survei menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen keluarga menggunakan sufor untuk para bayi. Walaupun efek sufor negatif sebagaimana ditunjukkan oleh survey.

Dokter Dini sangat sedih dan gusar saat ditemui usai memberikan perawatan pada bayi.

"Bayi-bayi kita terbodohkan dan termiskinkan secara sistematis, serta masif. Dengan lihai dan halus hampir semua elemen masyarakat terbius strategi yang dimainkan oleh gurita industri susu formula." 

Menurut dokter spesialis anak berkerudung ini, pemerintah yang semestinya memberikan perlindungan pada rakyatnya termasuk dari ancaman sufor namun sayangnya tidak terjadi. Pada provinsi Jawa Barat bahkan secara legal pemerintahnya mendukung sufor.

"Pemerintah seharusnya menindak para pelanggar kode pemasaran susu formula yang secara internasional sudah disepakati. Mereka (perusahaan sufor, red) seakan dibiarkan dan diacukan segala bentuk pelanggarannya. Walaupun sebenarnya negara telah memiliki Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah."

Sangat menyedihkan bahwa tidak ada satupun para pelanggar yang takut konsekuensi hukumnya. Sebab selama ini memang tidak ada pemberian sanksi walaupun terjadi banyak pelanggaran. Dokter Dini menyatakan bahwa organisasi profesi dan akademik kedokteran yang seharusnya menjadi garda depan penyeru kebenaran bahkan tergoda'berselingkuh' di belakang, bermain mata dengan industri sufor. Sebagian lagi bahkan telah secara terang-terangan bermesraan berpelukan dengan berbagai perusahaan sufor.

"Sudah bukan rahasia lagi kalau perusahaan sufor adalah sponsor utama dari hampir semua pelaksanaan acara yang diselenggarakan berbagai organisasi profesi kedokteran tersebut. Sehingga bisa dipastikan bentuk rekomendasi yang dikeluarkan untuk melegitimasi penggunaan susu formula", tandas dokter yang sangat aktif pada kegiatan pro-ASI melalui websitenya www.dokter-dini.com itu.

back to top