Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Status media sosial terakhir Mayang Ariesti sebelum bunuh diri

Status media sosial terakhir Mayang Ariesti sebelum bunuh diri

Pontianak-KoPi| Gadis belia cantik itu bernama Mayang Ariesti. Secara mengagetkan bagi keluarga, ia ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri di kamarnya. Gadis ini ditemukan tewas ketika kakaknya mengetuk pintu namun tidak dibuka. 

Ayah dari Mayang Ariesti berusaha mendobrak pintu. Alangkah kagetnya orang tua gadis tersebut lantara menemukan Mayang telah bunuh diri. Keluarga sangat berduka cita atas meninggalnya gadis tersebut.

Status facebok terakhir Mayang Ariesti memperlihatkan bahwa dirinya sedang patah hati. Ia merasa telah dikhianati dan ditinggalkan oleh pacarnya. Status facebook Mayang terakhir adalah sebagai berikut:

Gadis yang masih kelas 11 SMAN 7 Pontianak ini menurut beberapa teman dan guru tidak tertutup, suka berdiskusi dan prestasi belajarnya tidak jelek. Kabar bahwa Mayang sedang patah hati terdeteksi melalui akun facebooknya sejak Agustus dan September. Salah satu statusnya pada 18 September berbunyi:

"Mungkin akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang, bukan karna orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karna kita menyadari bahwa orang itu akan lebih bahagia apabila kita melepaskannya"

Sosiolog Universitas Airlangga Novri Susan menjelaskan bahwa perilaku bunuh diri memiliki beberapa jenis, seperti bunuh diri karena tercerabut dari nilai sosial atau anomie suicide dan bunuh diri karena pengorbanan (altruism suicide). 

"Pada kasus Mayang, jenis anomie suicide lebih dekat. Bunuh diri ini terjadi ketika individu tidak lagi merasa nyaman dalam sistem sosialnya sendiri. Ia kehilangan keyakinan dan kepercayaan bahwa sistem sosial baik dalam bentuk nilai dan peranan orang-orang di sekitarnya bisa menolong eksistensi atau kebutuhan sosialnya."

Kasus Mayang menurut Novri menjadi indikasi bahwa terjadi kegagapan dan kegagalan dari sistem sosial dalam melindungi eksistensi individu. Pada sisi lain, ketika terjadi kehancuran keyakinan dan kepercayaan pada sistem sosial, Mayang tidak menemukan sistem lain yang menurutnya bisa memberikan jalan keluar.

"Kasus ini membuat sedih. Juga menjadi tanda bagaimana kondisi sistem sosial kita yang mungkin makin tidak memberikan tempat bagi individu seperti Mayang," jelas dosen yang selalu tampil rileks ini. |E.Hermawan|

back to top