Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Status media sosial terakhir Mayang Ariesti sebelum bunuh diri

Status media sosial terakhir Mayang Ariesti sebelum bunuh diri

Pontianak-KoPi| Gadis belia cantik itu bernama Mayang Ariesti. Secara mengagetkan bagi keluarga, ia ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri di kamarnya. Gadis ini ditemukan tewas ketika kakaknya mengetuk pintu namun tidak dibuka. 

Ayah dari Mayang Ariesti berusaha mendobrak pintu. Alangkah kagetnya orang tua gadis tersebut lantara menemukan Mayang telah bunuh diri. Keluarga sangat berduka cita atas meninggalnya gadis tersebut.

Status facebok terakhir Mayang Ariesti memperlihatkan bahwa dirinya sedang patah hati. Ia merasa telah dikhianati dan ditinggalkan oleh pacarnya. Status facebook Mayang terakhir adalah sebagai berikut:

Gadis yang masih kelas 11 SMAN 7 Pontianak ini menurut beberapa teman dan guru tidak tertutup, suka berdiskusi dan prestasi belajarnya tidak jelek. Kabar bahwa Mayang sedang patah hati terdeteksi melalui akun facebooknya sejak Agustus dan September. Salah satu statusnya pada 18 September berbunyi:

"Mungkin akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang, bukan karna orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karna kita menyadari bahwa orang itu akan lebih bahagia apabila kita melepaskannya"

Sosiolog Universitas Airlangga Novri Susan menjelaskan bahwa perilaku bunuh diri memiliki beberapa jenis, seperti bunuh diri karena tercerabut dari nilai sosial atau anomie suicide dan bunuh diri karena pengorbanan (altruism suicide). 

"Pada kasus Mayang, jenis anomie suicide lebih dekat. Bunuh diri ini terjadi ketika individu tidak lagi merasa nyaman dalam sistem sosialnya sendiri. Ia kehilangan keyakinan dan kepercayaan bahwa sistem sosial baik dalam bentuk nilai dan peranan orang-orang di sekitarnya bisa menolong eksistensi atau kebutuhan sosialnya."

Kasus Mayang menurut Novri menjadi indikasi bahwa terjadi kegagapan dan kegagalan dari sistem sosial dalam melindungi eksistensi individu. Pada sisi lain, ketika terjadi kehancuran keyakinan dan kepercayaan pada sistem sosial, Mayang tidak menemukan sistem lain yang menurutnya bisa memberikan jalan keluar.

"Kasus ini membuat sedih. Juga menjadi tanda bagaimana kondisi sistem sosial kita yang mungkin makin tidak memberikan tempat bagi individu seperti Mayang," jelas dosen yang selalu tampil rileks ini. |E.Hermawan|

back to top