Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Sosiolog: LGBT bisa menjadi masalah sosial

Sosiolog: LGBT bisa menjadi masalah sosial

Surabaya-KoPi | LGBT bisa menjadi masalah sosial dalam bentuk kejahatan seksual, kekerasan seksual dan masalah kesehatan. Demikian disampaikan oleh Dr. Tuti Budirahayu, sosiolog bidang perilaku menyimpang dari Universitas Airlangga.

Menurut Tuti, pada substansinya setiap penyimpangan selalu berkontribusi terhadap muncul masalah-masalah sosial. Ketika LGBT merupakan penyimpangan dalam masyarakat, baik secara budaya dan orientasi seksual maka masyarakat dihadapkan pada masalah-masalah sosial.

"LGBT memang bukan satu-satunya penyumbang masalah sosial karena masih banyak perilaku menyimpang lainnya. Namun berbicara tentang LGBT khususnya, kebiasaan komunitas ini sangat dekat dengan apa yang dianggap oleh masyarakat sebagai masalah sosial."

Doktor pakar pendidikan ini menjelaskan bahwa LGBT sebagai perilaku menyimpang yang menyebabkan masalah sosial maka dibutuhkan penanganan serius. Penanganan serius dalam bentuk regulasi maupun pendidikan seksual yang arif berdasar pada konteks keagamaan.

Ketika menjawab masalah HAM bagi kalangan LGBT, Tuti berpendapat bahwa siapapun dan orientasi seksual apapun selama itu privat maka itu adalah otonomi individu. Setiap otonomi individu dihormati oleh perundangan Indonesia. 

"Akan tetapi ketika menjadi gerakan sosial atau politik, sama halnya masalah radikalisme maka perlu ditangani oleh pemerintah melalui pencegahan dan sanksi. Tentu harus berdasar pada hukum yang adil. Artinya bisa memilah antara pilihan privat dan sebagai gerakan sosial yang terorganisir," pungkas sosiolog berkacamata ini. |Ginanjar|

back to top