Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Segudang prestasi dan kemiskinan yang tidak pernah teratasi

Segudang prestasi dan kemiskinan yang tidak pernah teratasi
Surabaya-KoPi| Surabaya dikenal baik oleh masyarakat Indonesia sebagai kota dengan seabrek prestasi. Sejak dipimpin oleh Tri Rismaharini, Surabaya menggaet banyak penghargaan besar. Di tingkat Asia Pasifik mislanya, Risma berhasil memberikan penghargaan bagi kota pahlawan sebagai “Future Goverment Awards 2013” untuk dua bidang sekaligus. Bahkan pada Agustus lalu, kota Surabaya terpilih menjadi kota Cerdas Indonesia 2015.

Seabrek penghargaan yang diterima kota Surabaya maupun Risma ternyata tidak sempurna untuk mempeloporkan Surabaya menjadi kota yang sempurna. Sebab, dalam kasat mata, masih banyak PR yang harus diselesaikan pemerintah dalam menangani permasalahan di Surabaya.

Kemiskinan misalnya, menjadi sorotan tajam realitas yang masih terlihat di Surabaya. Dilansir dari dprd.surabaya.go.id, saat ini  warga miskin di Surabaya masih sebanyak 291.685 orang. Namun, otoritas pemerintah dalam memberi kebijakan masih tidak menyeluruh dan tepat sasaran.

Seperti Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Surabaya misalnya, masih terdapat 80.681 warga miskin Surabaya yang tidak tercover dalam PBI untuk program jaminan kesehatan melalui BPJS.

Agustin Poliana, ketua Komisi D DPRD Surabaya mengatakan bahwa pemerintah kota dalam sosialisasi PBI pada warga miskin masih belum optimal. Menurut Agustin di beberapa kelurahan Surabaya masih banyak yang tidak tahu mengenai program PBI.  Padahal, ungkapnya kesehatan masyarakat menjadi hal yang urgen dan mendesak.

“Beberapa waktu lalu, ada pasien meninggal akibat lemahnya kinerja pemkot dalam memberikan jaminan kesehatan,” ungkapnya.

Faktanya sampai saat ini, Surabaya masih belum memiliki penghargaan mengenai pengetas kemiskinan. Semoga bukan berarti kemiskinan di Surabaya menjadi hal yang dibelakangkan untuk diselesaikan. Sebab, masyarakat lebih butuh kesejahteraan dibanding rapihnya taman.

back to top