Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

"Saya terkesiap ketika menengok ke sana..."

"Saya terkesiap ketika menengok ke sana..."

Surabaya-KoPi| Banyak yang bergidik saat melihat seekor sapi disembelih. Namun Ia tampak tenang dan khusuk, bahkan turut membantu proses penyembelihanAdalah Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf, isteri Wakil Gubernur Jawa Timur, ikut melantunkan takbir saat penyembelihan seekor sapi pada suatu pagi (25/09).

 

Proses penyembelihan sapi kurban dari BKOW Jawa Timur berlangsung khidmat dan bertabur suka cita.

 

Fatma sempat terkesiap ketika melihat prosesi penyembelihan kurban karena dilakukan sepenuh hati.

 

"Saya terkesiap ketika menengok ke sana. Saya bahagia sekali."

 

Idul Adha bukan hanya sekedar prosesi yang hampa makna. Ini merupakan praktik sosial yang lahir dari kesadaran atas cinta dan ketaatan.

 

“Idul Adha adalah momen untuk mengingatkan kita agar memiliki keikhlasan dalam berkurban sebagaimana ketaatan Nabi Ibrahim AS atas perintah Allah SWT dalam mengikhlaskan Nabi Ismail putra yang di cintainya” ujar Fatma sesaat setelah pemotongan seekor sapi di halaman Kantor BKOW Provinsi Jawa Timur.

 

Bagi Ketua Umum BKOW Provinsi Jawa Timur ini, berkurban merupakan salah satu amal kebaikan bagi yang mampu secara materi. Namun, bukan berarti yang tidak mampu tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya. Siapa saja yang memiliki keinginan kuat akan memiliki kesempatan untuk ikut berkurban.

 

Namun, yang perlu diingat, bahwa kurban bukan hanya ketika Idul Adha. Tetapi kita seharusnya dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya bagaimana kita dapat memberi atau membantu sesama manusia dengan apa yang kita miliki dan ikhlas karena Allah, bahkan apa yang telah Allah berikan kepada kita kemudian kelak bilamana Allah mengambilnya kembali” jelas Fatma.

 

Setelah proses penyembelihan, Fatma dan segenap pengurus lantas membagikan kepada masyarakat sekitar Kantor BKOW Provinsi Jawa Timur yang terletak di Waru-Sidoarjo. “Daging ini akan dibagikan untuk masyarakat, khususnya yang berada di sekitar sini dan juga para satpam yang menjaga kantor. Walaupun hanya seekor sapi, namun Alhamdulillah semua bisa kebagian,” tutur Fatma.

 

Namun yang paling membahagiakan bagi Fatma di tahun ini adalah ketika Selma Halida, 18 tahun putri sulungnya yang tinggal di Jakarta, memiliki keinginan kuat untuk berkurban dengan uang tabungannya sendiri. 

 

“Malam hari Selma SMS kepada kami dan menyampaikan ingin membeli kambing kurban. Lalu subuhnya saya balas dan mengizinkan apa yang dia inginkan sekaligus akan mengirimkan uang kurbannya pagi itu juga. Tapi justru putri saya ini menolak dan mengatakan bahwa ia telah memiliki tabungan. Saya sangat kaget namun bangga sekali rasanya.”

 

Cerita Fatma dengan wajah berseri mengingat apa yang dilakukan oleh putrinya tersebut. Fatma bersyukur bahwa Selma menabung dari uang jajannya demi berkurban dua ekor kambing tahun ini.

 

Apalagi, Selma melakukan semuanya secara mandiri.

 

“Dia pilih kambingnya sendiri, dia yang nawar, dia yang bayar dan dia yang menyerahkan ke mushollah untuk dikurbankan, bahkan mengucapkan nama lengkapnya sendiri sebelum di sembelih. Haru dan bangga sekali rasanya” lanjut Fatma sambil terus menyunggingkan senyum manisnya. |Labibah|

 

back to top