Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Risma tak bisa pindahkan paksa pedagang di TPS Pasar Turi

Risma tak bisa pindahkan paksa pedagang di TPS Pasar Turi
Surabaya - KoPi | Molornya penyelesaian pembangunan Pasar Turi menjadi perhatian Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wapres telah mengirimkan surat bertanggal 2 JUni kepada Pemkot untuk menyelesaikan masalah pembangunan.
 

"Wapres meminta kami memindahkan pedagang. Lha kalau pedagangnya sendiri tidak mau, masa kami harus menyeret-nyeret mereka. Gimana caranya?" tukas Risma di hadapan wartawan (19/6).

Beberapa waktu lalu ratusan pedagang yang Pasar Turi berdemo di Balai Kota, meminta Risma untuk membongkar Tempat Penampungan Sementara. Pedagang menuding TPS sebagai penyebab sepinya Pasar Turi Baru. Sejak Pasar Turi terbakar, ribuan pedagang sementara dipindahkan di TPS.

Risma mengatakan Pemkot Surabaya tidak bisa mengusir pedagang yang masih bertahan di TPS, karena bukan hak Pemkot. Pedagang yang memilih bertahan di TPS masih tidak sepakat dengan perjanjian dengan PT Gala. Mereka mengeluh karena PT Gala meminta tambahan tarikan service charge. 

Karena itu Risma meminta pedagang menyelesaikan masalah perjanjian itu terlebih dulu. Ia mengatakan pada dasarnya TPS tidak mengganggu.

"Kalau kami memang ada hubungan (perjanjian) dengan pedagang, bisa saja kami memindahkan mereka," kata Risma.

Risma mengatakan jika memang ada data atau dokumen yang menjadi dasar keberatan mereka seperti tarikan service charge dan sebagainya, ia bisa membantu. Tapi ketika ia meminta hal itu kepada para pedagang, mereka tidak bisa menunjukkan.

Karena itu Risma mempersilakan pedagang yang ingin berjualan di dalam untuk langsung masuk saja. Mereka harus menyelesaikan perjanjian dengan PT Gala, karena Risma tidak bisa mengubah perjanjian secara sepihak.

back to top