Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Rekomendasi Pansus Pertambangan diharapkan dapat selesaikan konflik tambang

Rekomendasi Pansus Pertambangan diharapkan dapat selesaikan konflik tambang
Surabaya-KoPi| Setelah bertugas selama berbulan-bulan, Pansus Pertambangan DPRD Jatim akhirnya mengeluarkan rekomendasi penataan tambang di Jawa Timur. Keluarnya rekomendasi tersebut juga mengakhiri tugas Pansus Pertambangan DPRD Jawa Timur.
 

"Dengan adanya rekomendasi dari Pansus ini, diharapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat menata kembali sektor pertambangan dengan baik. Rekomendasi Pansus ini sudah sesuai dengan UUD 1945 serta UU Pemda No. 23 tahun 2014 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara," tukas Ketua Pansus Pertambangan DPRD Jatim Achmad Hadinuddin, Selasa (17/5).

Rekomendasi tersebut dikeluarkan setelah Pansus melakukan pembahasan dan rapat dengan Pemprov Jatim dan beberapa kepala daerah di Jawa Timur. Hasilnya, ada empat pokok pikiran yang tertuang dalam rekomendasi tersebut.

Pertama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan untuk segera melakukan Koordinasi-Integrasi-Sinkronisasi-Simplifikasi (KISS) tata kelola pertambangan yang sejiwa dengan agenda reformasi administrasi pemerintah.

Kedua, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Jatim perlu melakukan prakarsa dengan membentuk Forum Sinergitas Tambang Jatim sebagai sumbangsih Jatim untuk merumuskan formulasi desain pertambangan yang utuh secara nasional.

"Forum itu nanti dapat menjadi media komunikasi yang efektif antara pemerintah provinsi dan pemkab/pemkot di wilayah Jawa Timur. Nantinya forum tersebut akan dapat merumuskan kebijakan-kebijakan yang strategis dan menyelesaikan masalah-masalah teknis. Ini juga sekaligus untuk mendorong optimalisasi pertambangan yang berkelanjutan dan untuk mengelola pertambangan menjadi lebih baik," terang Hadi, panggilan Achmad Hadinuddin.

Rekomendasi ketiga adalah mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan agenda reformasi di bidang pertambangan, khususnya dalam prosedur perijinan, manajemen jaminan reklamasi, pengawasan, dan tata kelola jasa lingkungan. Hal itu diperlukan untuk membangun pertambangan yang berbasis pembangunan berkelanjutan (sustainable) dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Rekomendasi keempat yang dikeluarkan Pansus Pertambangan adalah membentuk wadah pembinaan, seperti temu pelaku pertambangan. Dengan mengumpulkan pelaku pertambangan yang berasal baik dari korporasi maupun rakyat penambang, diharapkan Jatim dapat membuat klaster percontohan yang kinerjanya dapat terukur secara periodik.

Pansus Pertambangan DPRD Jawa Timur dibentuk setelah kasus kematian Salim Kancil. Salim Kancil, petani dan aktivis anti-tambang di Jember, tewas dibunuh setelah menentang rencana penambangan pasir pantai di wilayahnya.

back to top