Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Ratusan sopir angkot mogok tolak koperasi

Ratusan sopir angkot mogok tolak koperasi
Surabaya – KoPi | Ratusan sopir angkot Surabaya melakukan mogok massal pada Selasa (12/5). Para sopir angkot atau lyn tersebut mendatangi Gedung Negara Grahadi dan memblokir jalan Gubernur Suryo. Mereka menuntut pemerintah mencabut PP No 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan serta Surat Edaran Provinsi Jawa Timur bulan Januari 2015. Surat edaran tersebut menyatakan bahwa kendaraan angkutan umum, baik angkutan barang maupun penumpang, harus berada di bawah badan hukum.
 

Aturan tersebut berlaku mulai tahun 2015 ini, dan semua kendaraan plat kuning harus berada di bawah badan hukum seperti koperasi, PT, atau CV, pada Desember 2015. Jika tidak, ijin kendaraan tersebut akan dicabut dan dilarang mengangkut penumpang.

Para sopir resah karena artinya kendaraan mereka akan menjadi milik koperasi. Mereka tidak setuju jika ada perubahan kepemilikan angkot. Padahal selama ini mayoritas kendaraan umum di Surabaya dan sekitarnya merupakan milik perorangan dan dibeli dengan uang pribadi.

“Selama ini kendaraan kami beli pakai uang sendiri. Dulu memang pernah ada wacana dibeli pemkot. Lha sekarang sama pemerintah mau diberikan pada koperasi. Itu yang kami tidak terima,” ungkap Trisno, salah seorang sopir angkot jalur D.

Trisno dan kawan-kawannya khawatir jika koperasi tersebut berlaku curang dan melarikan surat kendaraan atau uang sopir. “Namanya juga hidup di Indonesia, Mas. Jaman sekarang apa-apa bisa dilarikan. Kalau ikut koperasi saya ragu nasib sopir bisa jadi lebih baik, yang ada justru disuruh bayar lalu uangnya dilarikan,” sungut Trisno, yang diamini kawan-kawannya.

Akibat demo tersebut, bukan hanya jalan Gubernur Suryo saja yang macet. Jalan Pemuda, Jalan Walikota Mustajab, Jalan Basuki Rahmat, serta kawasan Tunjungan macet total. Para penumpang angkot juga terlantar karena tidak ada sopir yang mau menaikkan penumpang. Beberapa penumpang di terminal-terminal yang ada di Surabaya terpaksa diangkut menggunakan kendaraan dinas milik pemkot, seperti truk Satpol PP, bis Damri, dan pick-up.

 

back to top