Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pertalite tidak efektif dan memberatkan masyarakat

Pertalite tidak efektif dan memberatkan masyarakat
Surabaya – KoPi | Isu yang digulirkaan PT Pertamina mengenai pengadaan BBM jenis baru dinilai tidak efektif oleh masyarakat. Pasalnya, sampai saat ini Pertamina masih belum menyebutkan harga Pertalite, nama BBM jenis baru ini. Namun harga itu diyakini akan lebih mahal ketimbang BBM jenis Premium. Asumsi yang timbul Pertamina akan mematok Pertalite dengan kisaran harga Rp 8.000-8.300. Pertalite yang memiliki RON 90 disebutk memiliki banyak keuntungan dibanding BBM jenis Premium.

Meski demikian, masyarakat menilai munculnya Pertalite akan merugikan mereka. Sebagai BBM non-subsidi, sehingga tidak mendapat subsidi pemerintah. Tentu ini akan memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Menurut Yusuf, pedagang roti keliling di Surabaya, Pertalite akan sangat merugikan masyarakat. Ia mengaku tidak akan menggunakan Pertalite selama Premium masih ada. Tujuan pemerintah yang akan menghapus Premium secara perlahan ini menurutnya akan sia-sia.

“Kalau sampai pengadaan Pertalite membuat Premium benar-benar dihapus, mending langsung ganti ke Pertamax. Keuntungannya lebih banyak, harganya juga tidak terlalu jauh beda,” tuturnya.

Jenis Pertalite memang belum populer di kalangan masyarakat. Masih banyak yang belum mengetahui tentang rencana pengadaan BBM baru ini. Misalnya Huda, seorang tukang ojek keliling di Surabaya. Ia berpendapat bahwa Pertalite akan sangat merugikan masyarakat, terutama bagi rekan-rekan seprofesinya.

“Subsidi semua diambil, terus kalangan saya ini mau hidup bagaimana Mbak?” ujarnya.

Di sisi lain, pengadaan Pertalite tidak mengusik para pengguna BBM jenis Pertamax. RON Pertalite masih berada di bawah Pertamax (RON 92) dan Pertamax Plus (RON 95). Meski demikian, pengadaan jenis Pertalite dinilai tidak akan efektif.

“Keuntungannya masih di bawah Pertamax, tapi harganya beda tipis. Pastinya masyarakat langsung berganti Pertamax,” ujar
Wahid, pengguna Pertamax. Menurut Wahid, meski kebijakan tersebut bagus, tetap akan berdampak besar, apalagi untuk kalangan bawah. Masyarakat kecil masih berharap pengadaan jenis Pertalite tidak menghapus Premium dari Indonesia. | Labibah

back to top