Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Persekutuan Gereja di Papua: Kami mohon maaf

Persekutuan Gereja di Papua: Kami mohon maaf

Jayapura-KoPi | Para tokoh agama Kristen Papua melakukan pertemuan di Kantor Wilayah Kementerian Agama di Entrop, Jayapura hari ini (18/7/2015). Pertemuan tersebut sebagai respon terhadap serangan kekerasan terhadap ummat Islam yang melaksanakan ibadah shalat Ied 1436 H di Tolikara. 

Paska pertemuan tersebut para tokoh agama menemui pers dan menyatakan permintaan maaf kepada ummat Islam di Tolikara atas insiden tersebut. Pada hari Jumat 17 Juli lalu, terjadi aksi kekerasan yang menyebabkan 54 kios terbakar dan 1 mushola hancur. Wakil dari persekutuan gereja di Papua, Pendeta Herma Saud, menyatakan penyesalan kejadian itu.

"Atas nama tokoh agama di Papua, kami bersama seluruh umat beragama di Papua menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya pembakaran mushola dan penyerangan umat muslim saat melaksanakan shalat Idul Fitri di Lapangan Koramil Tolikara kemarin. Akibat kejadian ini pula seorang warga akhirnya meninggal dunia,” kata Herman Saud dikutip Antara (18/7/15).

Selain itu Pendeta Herman meminta masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang makin menyesatkan dan memanaskan situasi. Saat ini menurut Herman, tokoh-tokoh agama sangat menyayangkan beredarnya surat dari GIDI (Gereja Injili Di Indonesia) tentang pelarangan ibadah ummat Islam di Hari Raya Idul Fitri.

Sosiolog pakar studi konflik dari Universitas Airlangga, Novri Susan, menyebut langkah persekutuan gereja dengan permintaan maaf akan menjadi kekuatan rekonsilisasi yang penting.

"Ya, pernyataan tersebut menjadi kekuatan rekonsiliasi antar ummat beragama. Sangat baik untuk masyarakat di Papua dan umumnya Indonesia. Setelah ini harus ada program khusus dari pemerintah untuk membangun perdamaian secara berkelanjutan khususnya di Tolikara Papua," jelas Novri melalui percakapan telpon. | AG

back to top