Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Perlindungan budaya agar komunitas budaya tak termarjinalkan

Perlindungan budaya agar komunitas budaya tak termarjinalkan
Surabaya - KoPi | Perlindungan budaya bukan sekedar mencegah klaim pihak lain atas budaya asli Indonesia. Melainkan upaya untuk melindungi budaya asli agar tidak dieksploitasi demi kepentingan komersial dan menyalahi aturan.
 

Salah aturan yang bagaimana? Batik misalnya. Batik memiliki beragam corak, dan ada corak khusus yang tidak boleh dipakai oleh semua orang. 

"Bayangkan jika corak khusus untuk keluarga keraton diaplikasikan ke produk sepatu yang dipakai di bawah dan diinjak-injak, bukankah hal itu menyalahi aturan dan tradisi?" ungkap ahli hak kekayaan intelektual Universitas Airlangga Rahmi Jened.

Menurutnya, penggunaan budaya untuk kepentingan komersial harus meminta persetujuan dari pemuka budaya. Selain itu juga perlu ada sharing of benefit dengan komunitas budaya yang terkait. Dengan demikian, komunitas budaya lokal tidak akan termarjinalkan.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel pernah mengungkapkan kekhawatirannya karena banyak brand asing yang memanfaatkan batik dalam produk mereka. Gobel khawatir batik akan terkikis oleh asing. Pekerja dan pengrajin batik lokal dapat terancam jika batik banyak dimanfaatkan oleh brand asing.

Di luar negeri, kesadaran terhadap perlindungan budaya lokal sangat tinggi. Misalnya, Isabel Marant, seorang desainer terkenal di Paris, dikritik dan dituntut karena meniru pakaian tradisional sebuah komunitas lokal Meksiko dalam salah satu desain pakaiannya. Desainer tersebut disebut tidak menghargai budaya masyarakat lokal dan tidak memberi kredit kepada masyarakat Santa Maria Tlahuitoltepec, Meksiko. Masyarakat Santa Maria Tlahuitoltepec mengajukan tuntutan hukum dan meminta ganti rugi pada Marant.

back to top