Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Perlindungan budaya agar komunitas budaya tak termarjinalkan

Perlindungan budaya agar komunitas budaya tak termarjinalkan
Surabaya - KoPi | Perlindungan budaya bukan sekedar mencegah klaim pihak lain atas budaya asli Indonesia. Melainkan upaya untuk melindungi budaya asli agar tidak dieksploitasi demi kepentingan komersial dan menyalahi aturan.
 

Salah aturan yang bagaimana? Batik misalnya. Batik memiliki beragam corak, dan ada corak khusus yang tidak boleh dipakai oleh semua orang. 

"Bayangkan jika corak khusus untuk keluarga keraton diaplikasikan ke produk sepatu yang dipakai di bawah dan diinjak-injak, bukankah hal itu menyalahi aturan dan tradisi?" ungkap ahli hak kekayaan intelektual Universitas Airlangga Rahmi Jened.

Menurutnya, penggunaan budaya untuk kepentingan komersial harus meminta persetujuan dari pemuka budaya. Selain itu juga perlu ada sharing of benefit dengan komunitas budaya yang terkait. Dengan demikian, komunitas budaya lokal tidak akan termarjinalkan.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel pernah mengungkapkan kekhawatirannya karena banyak brand asing yang memanfaatkan batik dalam produk mereka. Gobel khawatir batik akan terkikis oleh asing. Pekerja dan pengrajin batik lokal dapat terancam jika batik banyak dimanfaatkan oleh brand asing.

Di luar negeri, kesadaran terhadap perlindungan budaya lokal sangat tinggi. Misalnya, Isabel Marant, seorang desainer terkenal di Paris, dikritik dan dituntut karena meniru pakaian tradisional sebuah komunitas lokal Meksiko dalam salah satu desain pakaiannya. Desainer tersebut disebut tidak menghargai budaya masyarakat lokal dan tidak memberi kredit kepada masyarakat Santa Maria Tlahuitoltepec, Meksiko. Masyarakat Santa Maria Tlahuitoltepec mengajukan tuntutan hukum dan meminta ganti rugi pada Marant.

back to top