Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Perlindungan budaya agar komunitas budaya tak termarjinalkan

Perlindungan budaya agar komunitas budaya tak termarjinalkan
Surabaya - KoPi | Perlindungan budaya bukan sekedar mencegah klaim pihak lain atas budaya asli Indonesia. Melainkan upaya untuk melindungi budaya asli agar tidak dieksploitasi demi kepentingan komersial dan menyalahi aturan.
 

Salah aturan yang bagaimana? Batik misalnya. Batik memiliki beragam corak, dan ada corak khusus yang tidak boleh dipakai oleh semua orang. 

"Bayangkan jika corak khusus untuk keluarga keraton diaplikasikan ke produk sepatu yang dipakai di bawah dan diinjak-injak, bukankah hal itu menyalahi aturan dan tradisi?" ungkap ahli hak kekayaan intelektual Universitas Airlangga Rahmi Jened.

Menurutnya, penggunaan budaya untuk kepentingan komersial harus meminta persetujuan dari pemuka budaya. Selain itu juga perlu ada sharing of benefit dengan komunitas budaya yang terkait. Dengan demikian, komunitas budaya lokal tidak akan termarjinalkan.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel pernah mengungkapkan kekhawatirannya karena banyak brand asing yang memanfaatkan batik dalam produk mereka. Gobel khawatir batik akan terkikis oleh asing. Pekerja dan pengrajin batik lokal dapat terancam jika batik banyak dimanfaatkan oleh brand asing.

Di luar negeri, kesadaran terhadap perlindungan budaya lokal sangat tinggi. Misalnya, Isabel Marant, seorang desainer terkenal di Paris, dikritik dan dituntut karena meniru pakaian tradisional sebuah komunitas lokal Meksiko dalam salah satu desain pakaiannya. Desainer tersebut disebut tidak menghargai budaya masyarakat lokal dan tidak memberi kredit kepada masyarakat Santa Maria Tlahuitoltepec, Meksiko. Masyarakat Santa Maria Tlahuitoltepec mengajukan tuntutan hukum dan meminta ganti rugi pada Marant.

back to top