Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Perempuan belum sejahtera di DIY

Perempuan belum sejahtera di DIY

Jogjakarta-KoPi| Kesejahteraan perempuan masih menjadi persoalan krusial di DIY. Perhatian kepada perempuan secara simultan ditangani oleh lembaga yang berkaitan dengan perempuan, seperti BKKBN, Dinas Kesehatan DIY, dan LSM perempuan.

Ketiga lembaga ini mengadakan diskusi publik 'Perempuan, Akses, dan Kebijakan' di RM. Den Nanny, Senin, 30 November 2015.

Menurut Kepala Bidang KB BKKBN DIY, Eliani Astuti program meningkatkan kesejahteraan perempuan masih mendapat tantangan besar. Seputar isu tingginya angka kematian ibu, tingginya angka kematian bayi, penyakit menular, dan kesehatan reproduksi remaja.

Sesuai tupoksinya, BKKBN memperhatikan isu kesehatan reproduksi remaja. "Mendorong pasangan subur 15-49 tahun ikut KB. Gerakan dengan konseling. Tenaga konseling yang sudah terlatih memberi konseling," kata Eliani.

Sementara Dinas Kesehatan DIY, Inni Hikmatin mengatakan angka kematian ibu dan anak relatif stagnan dari tahun ke tahun. "Dari tahun ke tahun angka kematian bayi seperti gergaji, hampir stagnan," paparnya .

Nunung menjelaskan butuh kesadaran dan dukungan masyarakat untuk menekan angka kematian bayi.

"Gizi buruk bayi tergantung pada kondisi sosial masyarakat. Masyarakat masih lebih membeli rokok daripada makanan bergizi," pungkas Inni. |Winda Efanur FS|

back to top