Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Perempuan belum sejahtera di DIY

Perempuan belum sejahtera di DIY

Jogjakarta-KoPi| Kesejahteraan perempuan masih menjadi persoalan krusial di DIY. Perhatian kepada perempuan secara simultan ditangani oleh lembaga yang berkaitan dengan perempuan, seperti BKKBN, Dinas Kesehatan DIY, dan LSM perempuan.

Ketiga lembaga ini mengadakan diskusi publik 'Perempuan, Akses, dan Kebijakan' di RM. Den Nanny, Senin, 30 November 2015.

Menurut Kepala Bidang KB BKKBN DIY, Eliani Astuti program meningkatkan kesejahteraan perempuan masih mendapat tantangan besar. Seputar isu tingginya angka kematian ibu, tingginya angka kematian bayi, penyakit menular, dan kesehatan reproduksi remaja.

Sesuai tupoksinya, BKKBN memperhatikan isu kesehatan reproduksi remaja. "Mendorong pasangan subur 15-49 tahun ikut KB. Gerakan dengan konseling. Tenaga konseling yang sudah terlatih memberi konseling," kata Eliani.

Sementara Dinas Kesehatan DIY, Inni Hikmatin mengatakan angka kematian ibu dan anak relatif stagnan dari tahun ke tahun. "Dari tahun ke tahun angka kematian bayi seperti gergaji, hampir stagnan," paparnya .

Nunung menjelaskan butuh kesadaran dan dukungan masyarakat untuk menekan angka kematian bayi.

"Gizi buruk bayi tergantung pada kondisi sosial masyarakat. Masyarakat masih lebih membeli rokok daripada makanan bergizi," pungkas Inni. |Winda Efanur FS|

back to top