Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Perempuan belum sejahtera di DIY

Perempuan belum sejahtera di DIY

Jogjakarta-KoPi| Kesejahteraan perempuan masih menjadi persoalan krusial di DIY. Perhatian kepada perempuan secara simultan ditangani oleh lembaga yang berkaitan dengan perempuan, seperti BKKBN, Dinas Kesehatan DIY, dan LSM perempuan.

Ketiga lembaga ini mengadakan diskusi publik 'Perempuan, Akses, dan Kebijakan' di RM. Den Nanny, Senin, 30 November 2015.

Menurut Kepala Bidang KB BKKBN DIY, Eliani Astuti program meningkatkan kesejahteraan perempuan masih mendapat tantangan besar. Seputar isu tingginya angka kematian ibu, tingginya angka kematian bayi, penyakit menular, dan kesehatan reproduksi remaja.

Sesuai tupoksinya, BKKBN memperhatikan isu kesehatan reproduksi remaja. "Mendorong pasangan subur 15-49 tahun ikut KB. Gerakan dengan konseling. Tenaga konseling yang sudah terlatih memberi konseling," kata Eliani.

Sementara Dinas Kesehatan DIY, Inni Hikmatin mengatakan angka kematian ibu dan anak relatif stagnan dari tahun ke tahun. "Dari tahun ke tahun angka kematian bayi seperti gergaji, hampir stagnan," paparnya .

Nunung menjelaskan butuh kesadaran dan dukungan masyarakat untuk menekan angka kematian bayi.

"Gizi buruk bayi tergantung pada kondisi sosial masyarakat. Masyarakat masih lebih membeli rokok daripada makanan bergizi," pungkas Inni. |Winda Efanur FS|

back to top