Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Penyaluran raskin terlambat, Bulog anggap biasa

Penyaluran raskin terlambat, Bulog anggap biasa
Surabaya - KoPi | Realisasi penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Jatim semester pertama (Januari-Juni) tahun 2015 mencapai 94 persen. Dari total pagu enam bulan sebesar 257.172 ton, raskin yang telah terdistribusikan mencapai total 242.826 ton.
 

“Penyaluran raskin memang belum mencapai 100 persen, karena bulan Juni masih tersisa beberapa hari. Tapi dengan penyaluran mencapai 94 persen itu sudah cukup bagus karena ada beberapa daerah yang memang penyalurannya sedikit terhambat,” kata Humas Perum Bulog Divre Jatim, Julia Hermawati, Jumat (26/6).

Julia menuturkan, beberapa daerah yang belum terdistribusi 100 persen antara lain Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bojonegoro, Madiun, dan Ngawi. Sedangkan kekurangan penyaluran raskin terbesar ada di wilayah Madura. Di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, penyaluran sempat tersendat dan baru kembali lancar April lalu.

Penyaluran jatah beras bagi masyarakat miskin (raskin) 2015 di Jawa Timur telah berlangsung sejak awal Februari. Julia mengatakan, belum optimalnya penyaluran raskin juga disebabkan belum lengkapnya verifikasi data RTSPM (rumah tangga sasaran penerima manfaat) yang dilakukan oleh pemkab/kota.

Ia menambahkan, penyaluran setiap awal tahun memang tidak bisa berjalan optimal. Julia menganggap hal itu biasa karena terjadi setiap tahunnya. “Data RTSPM raskin itu menggunakan acuan dari data BPS. Namun, pemkab/kota selalu memverifikasi setiap tahunnya karena data kependudukan selalu berubah,” katanya.

Selain itu, keterlambatan penyaluran raskin sejak Februari juga merupakan dampak dari rencana pemerintah mengganti program raskin dengan uang elektronik (e-money).

back to top