Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Penyaluran raskin terlambat, Bulog anggap biasa

Penyaluran raskin terlambat, Bulog anggap biasa
Surabaya - KoPi | Realisasi penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Jatim semester pertama (Januari-Juni) tahun 2015 mencapai 94 persen. Dari total pagu enam bulan sebesar 257.172 ton, raskin yang telah terdistribusikan mencapai total 242.826 ton.
 

“Penyaluran raskin memang belum mencapai 100 persen, karena bulan Juni masih tersisa beberapa hari. Tapi dengan penyaluran mencapai 94 persen itu sudah cukup bagus karena ada beberapa daerah yang memang penyalurannya sedikit terhambat,” kata Humas Perum Bulog Divre Jatim, Julia Hermawati, Jumat (26/6).

Julia menuturkan, beberapa daerah yang belum terdistribusi 100 persen antara lain Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bojonegoro, Madiun, dan Ngawi. Sedangkan kekurangan penyaluran raskin terbesar ada di wilayah Madura. Di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, penyaluran sempat tersendat dan baru kembali lancar April lalu.

Penyaluran jatah beras bagi masyarakat miskin (raskin) 2015 di Jawa Timur telah berlangsung sejak awal Februari. Julia mengatakan, belum optimalnya penyaluran raskin juga disebabkan belum lengkapnya verifikasi data RTSPM (rumah tangga sasaran penerima manfaat) yang dilakukan oleh pemkab/kota.

Ia menambahkan, penyaluran setiap awal tahun memang tidak bisa berjalan optimal. Julia menganggap hal itu biasa karena terjadi setiap tahunnya. “Data RTSPM raskin itu menggunakan acuan dari data BPS. Namun, pemkab/kota selalu memverifikasi setiap tahunnya karena data kependudukan selalu berubah,” katanya.

Selain itu, keterlambatan penyaluran raskin sejak Februari juga merupakan dampak dari rencana pemerintah mengganti program raskin dengan uang elektronik (e-money).

back to top