Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Penjara bukan lagi tempat bagi pecandu

Penjara bukan lagi tempat bagi pecandu
Surabaya – KoPi | Kepala Humas BNN Pusat Slamet Pribadi mengatakan kampus-kampus perlu diberi peran sebagai kontributor rehabilitasi. Rehabilitasi penting bagi para korban penyalahgunaan narkotika pemula. Slamet menyatakan, jika para penyalahguna pemula tersebut dimasukkan ke penjara, mereka justru bertemu dengan bandar atau penyalahguna senior.
 

“Jadinya begitu keluar dia malah jadi kurir, jadi tambah parah penyalahgunaannya, atau jadi bandar baru. Sayang kan anak-anak masa depan ini masuk penjara,” ujarnya dalam Diskusi Panel Kelompok Ahli Badan Narkotika Nasional di Universitas Airlangga, Surabaya (26/3). 

Selama ini mahasiswa menjadi sasaran utama peredaran narkotika. Pengguna narkotika dari kalangan mahasiswa mencapai 27% dari total penyalahguna di seluruh Indonesia. 

Iwan menambahkan, UU telah mewajibkan negara untuk merehabilitasi para penyalahguna, bukan menghukum mereka. Pecandu dan korban berhak untuk disehatkan, diobati, dan dipulihkan.

“Kita akan merasakan pentingnya rehab apabila orang-orang yang kita cintai menjadi korban penyalahgunaan. Karena kalau tidak direhab barang-barang bisa hilang, dijual untuk beli narkotika,” ungkapnya.

Program 100 ribu rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika bekerjasama dengan Kemenkes, Kemensos, TNI-Polri, Kemenhumham, dan Depdagri. BNN menyebutkan saat ini mereka melatih para konselor dan memberi pemahaman soal adiksi di instansi TNI-Polri, Kemenkes, Kemensos, dan rumah sakit-rumah sakit. Di rumah sakit milik TNI-Polri juga sudah disiapkan ruangan khusus untuk para pecandu yang mau direhabilitasi. Selain itu, seluruh RS di bawah Kemenkes yang ditunjuk akan disiapkan menjadi tempat bagi rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. 

 

back to top