Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pengungsi Rohingya butuh kewarganegaraan, apakah Indonesia bisa?

Pengungsi Rohingya butuh kewarganegaraan, apakah Indonesia bisa?
Surabaya - KoPi | Isu mengenai Pengungsi Rohingya yang saat ini berada di Aceh terus bermunculan. Pertanyaan beberapa pihak menyudutkan bahwa kapan mereka akan dikembalikan ke Myanmar.

Spekulasi mengenai Indonesia bukan sebagai negara yang berhak menerima pengungsi mulai muncul. Beberapa pihak mulai menyepakati bahwa para pengungsi harus kembali ketempat asal. Indonesia yang masih dibawah garis kemiskinan, atau jumlah penduduk yang bergejolak menjadi alasan.

Apakah Indonesia mampu untuk menjadikan para Etnis Rohingya sebagai bagian dari Indonesia? Tidak hanya sebatas pengungsi saja.

Menurut Iqbal Setyarso selaku Direktur Global Philanthropy Media Aksi Cepat Tanggap (ACT) kedatangan 2000 pengungsi Rohingya tidak akan menjadi bencana bagi Indonesia. Jika ada sikap tegas dari pemerintahan untuk menjadikan pengungsi sebagai warga negara, hal tersebut tidak akan merumitkan masalah kependudukan atau yang lain sebagainya.

“Aceh telah kehilangan puluhan ribu penduduk saat tsunami lalu. Maka, kedatangan 2000 jiwa pencari suaka tidak akan menjadi rumit. Saat ini banyak sekali lembaga kemanusiaan negeri maupun mancanegara yang turut membantu pengungsi Rohingya. Mengapa kita tidak?” ujarnya saat ditemui KoPi.

Saat ini para pengungsi Rohingya masih tidur di aula dan tenda yang disediakan baik oleh masyarakat Aceh maupun para lembaga sosial. Namun, ketetapan yang lebih dibutuhkan mereka adalah hak untuk hidup dan menjadi warga negara.

Iqbal bersama lembaganya siap jika pemerintah memberikan ijin untuk memberi hak kewarganegaraan bagi pengungsi Rohingya untuk membangun rumah bagi mereka. “saat ini yag kita garap Shelter. jadi pengungsi tidak selamanya di tenda-tenda. Lebih aman di shelter. Jika mereka diberi warga negara, kami dalam waktu satu tahun saja dapat membangunkan rumah rumah bagi mereka” tuturnya.

Isu kemanusiaan ini memang membuat hati bergeming tajam. Mereka yang diusir dari tanah kelahiran mereka sendiri dan harus berlayar berbulan bulan mencari pertolongan. Sampai di Aceh, apakah mereka serta merta diberi perlindungan hanya sebentar? Lalu disuruh kembali ke negara asalnya yang menuai banyak konflik sosial.

Indonesia harusnya mampu. Sumber daya alam yang luas tidak akan menjadikan 2000 pengungsi ini sebagai akar kemiskinan baru. | Labibah

back to top