Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Pencabutan subsidi TDL semakin beratkan masyarakat

Pencabutan subsidi TDL semakin beratkan masyarakat
Surabaya-KoPi| Rencana pemerintah pusat untuk menarik subsidi Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk pelanggan 450 watt dan 900 watt ditolak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur. Pasalnya, saat ini nilai tukar rupiah masih melemah sehingga dikhawatirkan akan semakin membebani masyarakat dan menambah angka kemiskinan.
 

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agus Maimun, Rabu (9/9) mengatakan, rencana pemerintah menaikkan TDL pada tahun 2016 sangatlah tidak tepat. Apalagi saat ini kondisi ekonomi di Indonesia masih terpuruk, yang ditandai tingginya harga sembako dan kebutuhan lainnya. 

"Kondisi ini tentunya diakibatkan tingginya nilai tukar dolar terhadap rupiah. Harga kebutuhan ikut merangkak naik dan ini seharusnya perlu dipahami oleh pemerintah. Jangan justru membuat kebijakan tanpa melihat kondisi yang ada," katanya.

Menurut Agus, pembiayaan atau pengeluaran untuk masyarakat kecil harus diproteksi, karena masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pemerintah harus menindak tegas mereka yang menyalahgunakan subsidi, karena subsidi sudah jelas peruntukanya. Pemerintah memiliki data jelas masyarakat mana saja yang berhak memperoleh subsidi. 

"Yang disubsidi tersebut bukan listriknya, tetapi pelanggannya. Pemerintah harus memahami konsep awal subsidi, yaitu dipergunakan untuk masyarakat kecil," tutur Agus.

Agus menambahkan, pengguna daya 450 watt dan 900 watt tentunya dapat menghemat cadangan listrik negara, karena tidak boros listrik. Daya listrik di rumah mereka tidak akan mampu menggunakan alat elektronik yang menyedot banyak beban listrik. Hal itu berbeda dengan masyarakat menengah ke atas yang memiliki daya 1.300 watt ke atas. Mereka bisa lebih boros menggunakan listrik, karena tidak memiliki batasan.

back to top