Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Pemkot Surabaya akan jadikan kawasan Tunjungan obyek wisata sejarah

Pemkot Surabaya akan jadikan kawasan Tunjungan obyek wisata sejarah
Surabaya - KoPi | Kawasan Tunjungan telah lama menjadi pusat kehidupan dan perkembangan Kota Surabaya. Tak ayal, kawasan Tunjungan menjadi daya tarik historis di masa modern ini. Karena itu, Pemerintah Kota Surabaya akhirnya menunjukkan keseriusan untuk menjadikan kawasan Tunjungan sebagai salah satu destinasi historis Kota Pahlawan.
 

Kepala Disbudpar Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, mengatakan pekerjaan pertama yang akan dilakukan Pemkot Surabaya adalah mengamankan beberapa bangunan bersejarah. Menurut Wiwiek, hingga saat ini Pemkot berhasil mengamankan beberapa persil di kawasan Tunjungan. Persil pertama yang saat ini berhasil diamankan adalah bangunan Siola, lalu akan diikuti oleh persil-persil lain di sekitar kawasan Tunjungan.

“Pengembangan di kawasan Tunjungan rencananya akan diselesaikan dalam dua sisi. Di satu sisi perbaikan infrastruktur bangunan, dan di sisi lain diisi dengan menghidupkan kembali atmosfernya dengan kegiatan seni dan budaya,” ujar Wiwiek, Rabu (21/10).

Selain itu, lanjut Wiwiek, Pemkot Surabaya akan mengoptimalkan kampung-kampung lama yang memiliki nilai historis. Salah satu perombakan yang dilakukan adalah di kampung Peneleh dan Rumah HOS Tjokro Aminoto, serta Kampung Mangga yang merupakan lokasi rumah W.R. Supratman.

Untuk melancarkan proyek tersebut, Pemkot Surabaya telah menganggarkan biaya sebesar Rp 800 juta. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan perawatan cagar budaya, mulai dari kajian arkeologis hingga pemeliharaan. Pemkot Surabaya telah melayangkan surat kepada beberapa pemilik persil yang bangunannya masih menyisakan struktur bangunan lama.

Wiwiek menambahkan selama ini banyak komunitas masyarakat peduli cagar budaya yang menyampaikan keinginan untuk menghidupkan kembali kawasan Tunjungan. Selain itu, pemilik persil yang berada di kawasan Tunjungan juga menginginkan hal yang sama. Seperti Hotel Majapahit yang merupakan bekas Hotel Oranye. 

back to top