Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Pemkot Surabaya akan jadikan kawasan Tunjungan obyek wisata sejarah

Pemkot Surabaya akan jadikan kawasan Tunjungan obyek wisata sejarah
Surabaya - KoPi | Kawasan Tunjungan telah lama menjadi pusat kehidupan dan perkembangan Kota Surabaya. Tak ayal, kawasan Tunjungan menjadi daya tarik historis di masa modern ini. Karena itu, Pemerintah Kota Surabaya akhirnya menunjukkan keseriusan untuk menjadikan kawasan Tunjungan sebagai salah satu destinasi historis Kota Pahlawan.
 

Kepala Disbudpar Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, mengatakan pekerjaan pertama yang akan dilakukan Pemkot Surabaya adalah mengamankan beberapa bangunan bersejarah. Menurut Wiwiek, hingga saat ini Pemkot berhasil mengamankan beberapa persil di kawasan Tunjungan. Persil pertama yang saat ini berhasil diamankan adalah bangunan Siola, lalu akan diikuti oleh persil-persil lain di sekitar kawasan Tunjungan.

“Pengembangan di kawasan Tunjungan rencananya akan diselesaikan dalam dua sisi. Di satu sisi perbaikan infrastruktur bangunan, dan di sisi lain diisi dengan menghidupkan kembali atmosfernya dengan kegiatan seni dan budaya,” ujar Wiwiek, Rabu (21/10).

Selain itu, lanjut Wiwiek, Pemkot Surabaya akan mengoptimalkan kampung-kampung lama yang memiliki nilai historis. Salah satu perombakan yang dilakukan adalah di kampung Peneleh dan Rumah HOS Tjokro Aminoto, serta Kampung Mangga yang merupakan lokasi rumah W.R. Supratman.

Untuk melancarkan proyek tersebut, Pemkot Surabaya telah menganggarkan biaya sebesar Rp 800 juta. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan perawatan cagar budaya, mulai dari kajian arkeologis hingga pemeliharaan. Pemkot Surabaya telah melayangkan surat kepada beberapa pemilik persil yang bangunannya masih menyisakan struktur bangunan lama.

Wiwiek menambahkan selama ini banyak komunitas masyarakat peduli cagar budaya yang menyampaikan keinginan untuk menghidupkan kembali kawasan Tunjungan. Selain itu, pemilik persil yang berada di kawasan Tunjungan juga menginginkan hal yang sama. Seperti Hotel Majapahit yang merupakan bekas Hotel Oranye. 

back to top