Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pemkot rencanakan Dolly akan jadi sentra akik

Pemkot rencanakan Dolly akan jadi sentra akik
Surabaya - KoPi | Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan kawasan Putat Jaya atau eks-lokalisasi Dolly akan menjadi sentra akik di Surabaya. Di hadapan para wartawan, Risma menceritakan sudah mengirimkan beberapa warga Putat Jaya untuk belajar di Pacitan dan Kalimantan.
 

"Ternyata warga Putat Jaya punya banyak bakat terpendam di desain. Waktu diajari membatik, diajari sekali mereka sudah bisa membatik, sekaligus bikin desainnya," ungkap Risma di hadapan wartawan. Ia tidak mau menyebut kawasan tersebut sebagai Dolly, melainkan Putat Jaya.

Ia tidak khawatir akan tersaingi dengan daerah lain. Menurutnya selama ini semua daerah mengembangkan akik dengan model sama, yaitu berbentuk bulatan. Karena itu Risma ingin ada desain khusus.

"Aku akan konsentrasi di penggosokan, desain emban (cincin), dan cutting-nya. Jadi aku akan masuk ke model, ke fashionnya. Kalau fashion tidak akan pernah berhenti, tidak akan pudar walau boomingnya turun. Makanya saya cari orang yang berbakat di desain," kata Risma lagi.

Ia telah mencoba mencari warga yang berbakat desain batik, sekarang ia mencari orang yang berbakat mendesain cincin emban akik. Beberapa warga telah dikirim berlatih untuk tes kepekaan desain. Ia juga meminta perajin perhiasan untuk melatih warga.

"Kita bukan sekedar bagus-bagusan batu, disenteri begitu bukan. Kita konsentrasi di fashion. Saya yakin kalau masuk fashion akan jauh lebih bagus," tegasnya.

Risma mengingatkan bahwa negara seperti Belanda dan Singapura tidak memiliki kekayaan alam, tapi kedua negara tersebut terkenal sebagai pusat perdagangan berlian dunia. "Karena nilai tambahnya ada di penggosokan dan fashion. Saya melihat di paska boomingnya," tutur walikota perempuan pertama Surabaya itu.

back to top