Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Pemkot rencanakan Dolly akan jadi sentra akik

Pemkot rencanakan Dolly akan jadi sentra akik
Surabaya - KoPi | Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan kawasan Putat Jaya atau eks-lokalisasi Dolly akan menjadi sentra akik di Surabaya. Di hadapan para wartawan, Risma menceritakan sudah mengirimkan beberapa warga Putat Jaya untuk belajar di Pacitan dan Kalimantan.
 

"Ternyata warga Putat Jaya punya banyak bakat terpendam di desain. Waktu diajari membatik, diajari sekali mereka sudah bisa membatik, sekaligus bikin desainnya," ungkap Risma di hadapan wartawan. Ia tidak mau menyebut kawasan tersebut sebagai Dolly, melainkan Putat Jaya.

Ia tidak khawatir akan tersaingi dengan daerah lain. Menurutnya selama ini semua daerah mengembangkan akik dengan model sama, yaitu berbentuk bulatan. Karena itu Risma ingin ada desain khusus.

"Aku akan konsentrasi di penggosokan, desain emban (cincin), dan cutting-nya. Jadi aku akan masuk ke model, ke fashionnya. Kalau fashion tidak akan pernah berhenti, tidak akan pudar walau boomingnya turun. Makanya saya cari orang yang berbakat di desain," kata Risma lagi.

Ia telah mencoba mencari warga yang berbakat desain batik, sekarang ia mencari orang yang berbakat mendesain cincin emban akik. Beberapa warga telah dikirim berlatih untuk tes kepekaan desain. Ia juga meminta perajin perhiasan untuk melatih warga.

"Kita bukan sekedar bagus-bagusan batu, disenteri begitu bukan. Kita konsentrasi di fashion. Saya yakin kalau masuk fashion akan jauh lebih bagus," tegasnya.

Risma mengingatkan bahwa negara seperti Belanda dan Singapura tidak memiliki kekayaan alam, tapi kedua negara tersebut terkenal sebagai pusat perdagangan berlian dunia. "Karena nilai tambahnya ada di penggosokan dan fashion. Saya melihat di paska boomingnya," tutur walikota perempuan pertama Surabaya itu.

back to top