Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Pemadat kini disantuni negara Rp 48 juta setiap tahun

Pemadat kini disantuni negara Rp 48 juta setiap tahun
Surabaya – KoPi | Pecandu narkotika yang bukan pengedar kini mendapat perlindungan dari negara melalui UU No 35 Tahun 2009. Sebutan mereka kini bukan lagi pecandu, melainkan korban. Dan sebab itu kini mereka mendapat perlakuan khusus dari negara. Rencananya, negara juga akan terus menggelontor dana hingga Rp 4,8 triliun untuk mereka! Wow!
 

Namun dana tersebut bukan sembarang digunakan. Kepala BNN Jawa Timur Iwan Ibrahim mengatakan, pemerintah pusat saat ini mencanangkan Program Rehabilitasi 100 ribu Penyalahguna Narkotika. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai rehabilitasi 100 ribu korban penyalahgunaan narkotika. 

“Dana rehabilitasi yang diberikan untuk para korban tersebut sebesar Rp 4 juta per kepala per bulan,” jelas Iwan di sela-sela Diskusi Panel Kelompok Ahli Badan Narkotika Nasional di Surabaya (26/3). 

Jika sesuai dengan target pemerintah, artinya negara akan menggelontorkan dana hingga Rp 4,8 triliun per tahun untuk rehabilitasi narkotika saja. Sedangkan saat ini baru ada lebih kurang 18 ribu orang korban penyalahgunaan narkotika yang sudah direhabilitasi.

Semua biaya akan ditanggung negara. BNN sendiri sedang menggodok sebuah skema pembayaran dengan menggunakan BPJS. “Rehabilitasi ini murni dibiayai negara dan gratis. Negara tidak memungut apapun dari pecandu yang sedang direhabiitasi,” ujar mantan penyelidik narkotika ini.

Berdasarkan UU No 35 tahun 2009, korban penyalahgunaan narkotika yang bukan pengedar tidak boleh dimasukkan ke penjara. Mereka harus menjalani rehabilitasi di rumah sakit atau institusi yang ditunjuk. Institusi tersebut bisa berupa rumah sakit, puskesmas, panti sosial, dan pesantren. Di Jawa Timur sendiri telah ditunjuk 9 Institusi Penerima Wajib Lapor.

back to top