Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pemadat kini disantuni negara Rp 48 juta setiap tahun

Pemadat kini disantuni negara Rp 48 juta setiap tahun
Surabaya – KoPi | Pecandu narkotika yang bukan pengedar kini mendapat perlindungan dari negara melalui UU No 35 Tahun 2009. Sebutan mereka kini bukan lagi pecandu, melainkan korban. Dan sebab itu kini mereka mendapat perlakuan khusus dari negara. Rencananya, negara juga akan terus menggelontor dana hingga Rp 4,8 triliun untuk mereka! Wow!
 

Namun dana tersebut bukan sembarang digunakan. Kepala BNN Jawa Timur Iwan Ibrahim mengatakan, pemerintah pusat saat ini mencanangkan Program Rehabilitasi 100 ribu Penyalahguna Narkotika. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai rehabilitasi 100 ribu korban penyalahgunaan narkotika. 

“Dana rehabilitasi yang diberikan untuk para korban tersebut sebesar Rp 4 juta per kepala per bulan,” jelas Iwan di sela-sela Diskusi Panel Kelompok Ahli Badan Narkotika Nasional di Surabaya (26/3). 

Jika sesuai dengan target pemerintah, artinya negara akan menggelontorkan dana hingga Rp 4,8 triliun per tahun untuk rehabilitasi narkotika saja. Sedangkan saat ini baru ada lebih kurang 18 ribu orang korban penyalahgunaan narkotika yang sudah direhabilitasi.

Semua biaya akan ditanggung negara. BNN sendiri sedang menggodok sebuah skema pembayaran dengan menggunakan BPJS. “Rehabilitasi ini murni dibiayai negara dan gratis. Negara tidak memungut apapun dari pecandu yang sedang direhabiitasi,” ujar mantan penyelidik narkotika ini.

Berdasarkan UU No 35 tahun 2009, korban penyalahgunaan narkotika yang bukan pengedar tidak boleh dimasukkan ke penjara. Mereka harus menjalani rehabilitasi di rumah sakit atau institusi yang ditunjuk. Institusi tersebut bisa berupa rumah sakit, puskesmas, panti sosial, dan pesantren. Di Jawa Timur sendiri telah ditunjuk 9 Institusi Penerima Wajib Lapor.

back to top