Menu
Teroris mencoba mengebom Masjidil Haram

Teroris mencoba mengebom Masjidil H…

Makkah-KoPi| Aksi teroris...

Segera daftarkan kompetisi usaha kreatif  SOPREMA sebelum tutup 9 Juli 2017

Segera daftarkan kompetisi usaha kr…

Jogja–KoPi| Ratusan peser...

Mosul segera akan dibebaskan dari cengkeraman ISIS

Mosul segera akan dibebaskan dari c…

Baghdad-KoPi| Pembebasan ...

Instagram desainer muslimah Jogja kena hack

Instagram desainer muslimah Jogja k…

Yogyakarta-KoPi | Akun me...

Basarnas minta masayarakat cepat hubungi lewat Call Center 115 bila ada masalah

Basarnas minta masayarakat cepat hu…

Bantul-KoPi|Plt Kepala Ba...

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI MILITER

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI M…

Akmil – Kepala Staf Angka...

Basarnas siagakan anggotanya mengawal liburan Idul Fitri1438

Basarnas siagakan anggotanya mengaw…

Bantul-KoPi|Badan SAR Nas...

PLN janjikan tak ada pemadaman listrik selama lebaran di Jateng dan DIY

PLN janjikan tak ada pemadaman list…

Jogja-KoPI|PLN Jawa Tenga...

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsidi istrik

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsid…

Jogja-KoPi| Audi Damal, M...

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 UMY

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 …

Bantul-KoPi| Wakil Rektor...

Prev Next

Peduli kesehatan penghuni panti asuhan, Mahasiswa UMY galakkan Go-Care

Peduli kesehatan penghuni panti asuhan, Mahasiswa UMY galakkan Go-Care

Bantul-KoPi| Kesehatan di lingkungan panti asuhan seringkali diabaikan baik oleh pengurus maupun penghuni panti asuhan tersebut. Selama penghuni panti asuhan masih terlihat sehat dan bugar, hal tersebut dianggap wajar dan tidak masalah. Meskipun demikian, untuk lebih meningkatkan kesadaran akan kesehatan di lingkungan panti asuhan, mahasiswa UMY melakukan gerakan Go-Care.

Go-Care merupakan istilah untuk gerakan komunitas peduli kesehatan panti anak sebagai upaya peningkatan kesehatan anak. Go-Care sendiri merupakan kegiatan salah satu kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat UMY, yang dilaksanakan di Panti Asuhan Miftahul Jannah, Bantul, selama 1 bulan (April-Mei). Kelompok PKM yang mengusung Go-Care ini terdiri atas 5 mahasiswa Ilmu Keperawatan antara lain Farhah Kamilah, Syifa Aulia, Retha Rizky, Fahrul Azmy, dan Rahma Nur.

Saat diwawancarai pada Kamis (7/6), Rahma Nur, selaku perwakilan kelompok, menjelaskan bahwa kegiatan utama Go-Care memiliki fokus pada penyuluhan kesehatan bagi pengasuh dan juga anak-anak penghuni panti asuhan Miftahul Jannah. "Selama satu bulan kami mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan. Karena jika dilihat secara kasat mata, anak-anak panti tersebut terlihat sehat, namun setelah dipantau ternyata banyak anak yang jarang mandi, kondisi gigi kotor, dan lain sebagainya," jelas Rahma.

Meteri penyuluhan disebutkan Rahma antara lain pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pengenalan P3K, Pendidikan kesehatan tentang "Bullying" pada anak usia sekolah, screening kesehatan mental pada anak usia sekolah, dan pemeriksaan kesehatan pada anak. Pemberi materi dalam penyuluhan tersebut selain dari kelompok Go-Care, juga melibatkan dosen PSIK UMY, yakni Santi Wardaningsih, S.Kep., Ners. M.Kep.,Jiwa., Ph.D.

"Kami juga bekerja sama dengan dinas kesehatan dan dinas sosial di Bantul. Jadi sebelum melakukan kegiatan, kami berkonsultasi dengan dinas kesehatan dan mereka menyampaikan bahwa dinas kesehatan sebenarnya sudah ada rencana untuk memberikan penyuluhan kepada penghuni panti asuhan, namun kegiatan tersebut belum terwujud. Jadi kegiatan kami terkait go-care ini mendapatkan dukungan penuh dari dinas kesehatan Bantul. Kami juga melibatkan dokter-dokter dari puskesmas yang ada di dekat panti asuhan untuk melakukan pemeriksaan kepada anak-anak panti asuhan. Total ada 2 dokter umum dan 1 dokter gigi," jelas Rahma.

Rahma berharap bahwa program sadar akan kesehatan di lingkungan panti asuhan ini akan dapat merambah pada panti asuhan lainnya. "Setelah melakukan penyuluhan, pengurus panti asuhan dan juga orang tua anak di panti asuhan, lebih memahami tentang bagaimana pentingnya menjaga kesehatan anak di panti asuhan. Selain itu, mereka diharapkan juga lebih mampu memahami anak secara psikologis, karena kasusnya masih ada anak di panti asuhan yang dihakimi suka mengambil barang orang lain. Padahal setelah kami telusuri, ternyata anak tersebut tidak mengambil secara diam-diam, namun juga meminta izin terlebih dahulu, dan dirinya melakukan hal tersebut untuk mencari perhatian orang lain. Itu berarti anak yang di panti asuhan masih banyak yang menginginkan kasih sayang dan perhatian orang yang ada di sekitarnya," tutup Rahma. (de)

back to top