Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pandangan UIN Kalijaga soal LGBT

Pandangan UIN Kalijaga soal LGBT

Sahnya hubungan kaum LGBT secara hukum positif di Amerika, menginspirasi kaum LGBT di negara lain seperti Indonesia. Kaum LGBT Indonesia seolah tidak malu-malu lagi menampakan eksistensinya. Menariknya, ada akun twitter yang menggunakan nama universitas sebagai jaringannya, seperti akun UIN Suka Gay Community.

Jogjakarta-KoPi | Menanggapi fenomena ini, Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, Waryono, masyarakat Indonesia harus bisa menyikap deklarasi kemenangan kaum LGBT dengan bijak. Kultur Amerika lebih liberal daripada di Indonesia.

Masyarakat Indonesia, terutama Islam harus menghormati kebijakan di negara lain tetapi tidak boleh terpengaruh menyuarakan HAM atas kaum LGBT. Pasalnya dalam syariat Islam tertera dengan jelas hanya ada perkawinan laki-laki dan perempuan.

“Kalau gay- setahu saya tidak diakui sehingga Islam tidak mengenal perkawinan sejenis. Islam saja mengharamkan perilaku wanita menyerupai laki-laki dan laki-laki menyerupai wanita, apalagi lesbian, gay, biseks, transgender,” jelas Waryono.

Waryono menambahkan segala sesuatu di alam terjadi dengan berpasang- pasangan seperti fenomena siang-malam, dan langit-bumi. Begitupun manusia diciptakan berpasang-pasangan tentunya dengan lawan jenis.
Sementara Wakil Rektor I, UIN Sunan Kalijaga, Prof. Sutrisno mengatakan perilaku gay selalu ada dari zaman ke zaman seperti di zaman Nabi Luth. Hal itu sudah menjadi dinamika muncul dan tenggelam dalam isu sosial.

“Sejak zaman Nabi Luth sudah ada, bukan hal yang baru. Mengalami dinamika dengan isu yang panas lalu timbul lagi. Itu wajar saja,” kata Prof. Sutris.

Pedomannya jelas Islam melarang pernikahan sejenis. Dalam hal ini Islam melindungi pemeluknya. Islam tetap mendakwahi kaum LGBT untuk kembali pada syariat yang benar.

Prof. Sutrisno menekankan dalam iklim demokrasi Indonesia semua orang bebas menyuarakan aspirasiya termasuk LGBT. Peran umat Islam mendakwahi kaum LGBT untuk kembali pada syariat yang benar.

“Saya rasa tidak hanya Islam, semua agama juga melarang. Di Indonesia negara beragama, semua agama tidak membolehkan adanya gay. Mereka bebas berpendapat, aturan demokrasi tidak boleh marah atau anarkis,” ujar Prof. Sutrisno. |

Baca juga: Mahasiswa UIN Kalijaga yang terlibat komunitas gay akan di DO dan Fenomena UIN Suka Gay

back to top