Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Pandangan UIN Kalijaga soal LGBT

Pandangan UIN Kalijaga soal LGBT

Sahnya hubungan kaum LGBT secara hukum positif di Amerika, menginspirasi kaum LGBT di negara lain seperti Indonesia. Kaum LGBT Indonesia seolah tidak malu-malu lagi menampakan eksistensinya. Menariknya, ada akun twitter yang menggunakan nama universitas sebagai jaringannya, seperti akun UIN Suka Gay Community.

Jogjakarta-KoPi | Menanggapi fenomena ini, Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, Waryono, masyarakat Indonesia harus bisa menyikap deklarasi kemenangan kaum LGBT dengan bijak. Kultur Amerika lebih liberal daripada di Indonesia.

Masyarakat Indonesia, terutama Islam harus menghormati kebijakan di negara lain tetapi tidak boleh terpengaruh menyuarakan HAM atas kaum LGBT. Pasalnya dalam syariat Islam tertera dengan jelas hanya ada perkawinan laki-laki dan perempuan.

“Kalau gay- setahu saya tidak diakui sehingga Islam tidak mengenal perkawinan sejenis. Islam saja mengharamkan perilaku wanita menyerupai laki-laki dan laki-laki menyerupai wanita, apalagi lesbian, gay, biseks, transgender,” jelas Waryono.

Waryono menambahkan segala sesuatu di alam terjadi dengan berpasang- pasangan seperti fenomena siang-malam, dan langit-bumi. Begitupun manusia diciptakan berpasang-pasangan tentunya dengan lawan jenis.
Sementara Wakil Rektor I, UIN Sunan Kalijaga, Prof. Sutrisno mengatakan perilaku gay selalu ada dari zaman ke zaman seperti di zaman Nabi Luth. Hal itu sudah menjadi dinamika muncul dan tenggelam dalam isu sosial.

“Sejak zaman Nabi Luth sudah ada, bukan hal yang baru. Mengalami dinamika dengan isu yang panas lalu timbul lagi. Itu wajar saja,” kata Prof. Sutris.

Pedomannya jelas Islam melarang pernikahan sejenis. Dalam hal ini Islam melindungi pemeluknya. Islam tetap mendakwahi kaum LGBT untuk kembali pada syariat yang benar.

Prof. Sutrisno menekankan dalam iklim demokrasi Indonesia semua orang bebas menyuarakan aspirasiya termasuk LGBT. Peran umat Islam mendakwahi kaum LGBT untuk kembali pada syariat yang benar.

“Saya rasa tidak hanya Islam, semua agama juga melarang. Di Indonesia negara beragama, semua agama tidak membolehkan adanya gay. Mereka bebas berpendapat, aturan demokrasi tidak boleh marah atau anarkis,” ujar Prof. Sutrisno. |

Baca juga: Mahasiswa UIN Kalijaga yang terlibat komunitas gay akan di DO dan Fenomena UIN Suka Gay

back to top