Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pandangan UIN Kalijaga soal LGBT

Pandangan UIN Kalijaga soal LGBT

Sahnya hubungan kaum LGBT secara hukum positif di Amerika, menginspirasi kaum LGBT di negara lain seperti Indonesia. Kaum LGBT Indonesia seolah tidak malu-malu lagi menampakan eksistensinya. Menariknya, ada akun twitter yang menggunakan nama universitas sebagai jaringannya, seperti akun UIN Suka Gay Community.

Jogjakarta-KoPi | Menanggapi fenomena ini, Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, Waryono, masyarakat Indonesia harus bisa menyikap deklarasi kemenangan kaum LGBT dengan bijak. Kultur Amerika lebih liberal daripada di Indonesia.

Masyarakat Indonesia, terutama Islam harus menghormati kebijakan di negara lain tetapi tidak boleh terpengaruh menyuarakan HAM atas kaum LGBT. Pasalnya dalam syariat Islam tertera dengan jelas hanya ada perkawinan laki-laki dan perempuan.

“Kalau gay- setahu saya tidak diakui sehingga Islam tidak mengenal perkawinan sejenis. Islam saja mengharamkan perilaku wanita menyerupai laki-laki dan laki-laki menyerupai wanita, apalagi lesbian, gay, biseks, transgender,” jelas Waryono.

Waryono menambahkan segala sesuatu di alam terjadi dengan berpasang- pasangan seperti fenomena siang-malam, dan langit-bumi. Begitupun manusia diciptakan berpasang-pasangan tentunya dengan lawan jenis.
Sementara Wakil Rektor I, UIN Sunan Kalijaga, Prof. Sutrisno mengatakan perilaku gay selalu ada dari zaman ke zaman seperti di zaman Nabi Luth. Hal itu sudah menjadi dinamika muncul dan tenggelam dalam isu sosial.

“Sejak zaman Nabi Luth sudah ada, bukan hal yang baru. Mengalami dinamika dengan isu yang panas lalu timbul lagi. Itu wajar saja,” kata Prof. Sutris.

Pedomannya jelas Islam melarang pernikahan sejenis. Dalam hal ini Islam melindungi pemeluknya. Islam tetap mendakwahi kaum LGBT untuk kembali pada syariat yang benar.

Prof. Sutrisno menekankan dalam iklim demokrasi Indonesia semua orang bebas menyuarakan aspirasiya termasuk LGBT. Peran umat Islam mendakwahi kaum LGBT untuk kembali pada syariat yang benar.

“Saya rasa tidak hanya Islam, semua agama juga melarang. Di Indonesia negara beragama, semua agama tidak membolehkan adanya gay. Mereka bebas berpendapat, aturan demokrasi tidak boleh marah atau anarkis,” ujar Prof. Sutrisno. |

Baca juga: Mahasiswa UIN Kalijaga yang terlibat komunitas gay akan di DO dan Fenomena UIN Suka Gay

back to top