Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Mudik Ramah Anak, antisipasi kelalaian pemudik

Image from ridetua.com Image from ridetua.com
Jakarta - koPi | Mudik saat hari raya memang menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Sehingga libur nasional tersebut dijadikan moment untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Untuk menghindari tiingginya kecelakaan saat mudik, ini yang dilakukan para sekumpulan pendongeng.

Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK) melakukan kampanye Mudik Ramah Anak (MRA) 2015 di terminal dan stasiun. Hal ini dilakukan untuk mengatisipasi adanya kelalaian orang tua saat mudik dan membawa anak.

Ketua Pelaksana MRA GePPuK, Dana Sriwijayanto mengatakan kepada KoPi Kamis (9/7) “MRA bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar memperhatikan keamanan dan kenyamanan keluaga, terutama anak, saat mudik”

Kampanye yang dilakukan GePPuK adalah dengan membuat Jingel utuk didengarkan anak selama perjalanan. Juga tim GePPuK akan membagikan serupa brosur dan sticker untuk memperingati pemudik agar lebih memperhatikan anak.

Apalagi dengan pemudik yang menggunakan sepedah motor. Meskipun telah dihimbau oleh pihak kepolisian untuk tidak membawa anak saat mudik dengan sepeda motor, tetap saja masih banyak pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua tersebut.

Dalam banyak kasus, menurut Danang, anak menjadi korban kecelakaan atas kurangnya waspada orang tua. “Hal itu akan menimbulkan kecacatan pada anak atau bahkan menjadikan mereka yatim piatu,” ujarnya.

Danang dan kawan GePPuK menyuarakan kepada pemudik untuk mendongengi anak saat dalam perjalanan mudik. Apalagi jika perjalanan jauh dan anak kerap cepat bosan lalu menangis.

Orang tua bisa mendongengi anak mengenai kebudayaan daerah yang mereka singgahi. Selain akan menggugurkan rasa bosan anak, hal tersebut dapat memebri wawasan luas dan menanamkan cintanya kepada kampung mereka. | Labibah

back to top