Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mudik Ramah Anak, antisipasi kelalaian pemudik

Image from ridetua.com Image from ridetua.com
Jakarta - koPi | Mudik saat hari raya memang menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Sehingga libur nasional tersebut dijadikan moment untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Untuk menghindari tiingginya kecelakaan saat mudik, ini yang dilakukan para sekumpulan pendongeng.

Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK) melakukan kampanye Mudik Ramah Anak (MRA) 2015 di terminal dan stasiun. Hal ini dilakukan untuk mengatisipasi adanya kelalaian orang tua saat mudik dan membawa anak.

Ketua Pelaksana MRA GePPuK, Dana Sriwijayanto mengatakan kepada KoPi Kamis (9/7) “MRA bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar memperhatikan keamanan dan kenyamanan keluaga, terutama anak, saat mudik”

Kampanye yang dilakukan GePPuK adalah dengan membuat Jingel utuk didengarkan anak selama perjalanan. Juga tim GePPuK akan membagikan serupa brosur dan sticker untuk memperingati pemudik agar lebih memperhatikan anak.

Apalagi dengan pemudik yang menggunakan sepedah motor. Meskipun telah dihimbau oleh pihak kepolisian untuk tidak membawa anak saat mudik dengan sepeda motor, tetap saja masih banyak pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua tersebut.

Dalam banyak kasus, menurut Danang, anak menjadi korban kecelakaan atas kurangnya waspada orang tua. “Hal itu akan menimbulkan kecacatan pada anak atau bahkan menjadikan mereka yatim piatu,” ujarnya.

Danang dan kawan GePPuK menyuarakan kepada pemudik untuk mendongengi anak saat dalam perjalanan mudik. Apalagi jika perjalanan jauh dan anak kerap cepat bosan lalu menangis.

Orang tua bisa mendongengi anak mengenai kebudayaan daerah yang mereka singgahi. Selain akan menggugurkan rasa bosan anak, hal tersebut dapat memebri wawasan luas dan menanamkan cintanya kepada kampung mereka. | Labibah

back to top