Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Meskipun komunitas moge apresiasi, tapi anggap Joyo salah paham

Meskipun komunitas moge apresiasi, tapi anggap Joyo salah paham

Jogjakarta-KoPi | Aksi heroik Elanto Wijoyono menghadang konvoi moge Sabtu (15/8) lalu di perempatan Condongcatur bukan saja mendapat dukungan sebagian masyarakat, tetapi bahkan Sekretaris Panitia Jogja Bike Rendevous (JBR) 2015 Denizar Rahman juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Elanto.

“Kita apresiasi, kita tahu maksudnya baik,” tutur Denizar.

Namun Denizar menyayangkan Elanto belum memahami sepenuhnya maksud dari rangkaian acara JBR 2015 termasuk konvoi menuju Prambanan.

Denizar menambahkan adanya penagawalan khusus dari kepolisian justru untuk mengamankan kelancaran lalu lintas.

“Peserta konvoi moge sejumlah 1.800, kalau berhenti di lampu merah semenit, akan menimbulkan kemacetan,” jelas Denizar.

Dalam hal ini Denizar mengharapkan masyarakat memahami fungsi pengawalan untuk menjaga kelancaran lalu lintas.

“Konvoi sepanjang itu gak enak itu capek, rentan kecelakaan, mereka bisa mau, satu-satunya mau, alasan karena di sana ada upacara pengibaran sang saka merah putih untuk para bikers,” tutur Denizar.

Sementara itu, Genteng, tukang parkir di Warnet Timoho, memuji aksi Elanto yang berani menertibkan konvoi moge. “Moge ditegur itu aksi yang bagus, biar mereka gak terlalu berlebihan (merasa berkuasa di jalan raya),” tutur Genteng.

back to top