Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Meskipun komunitas moge apresiasi, tapi anggap Joyo salah paham

Meskipun komunitas moge apresiasi, tapi anggap Joyo salah paham

Jogjakarta-KoPi | Aksi heroik Elanto Wijoyono menghadang konvoi moge Sabtu (15/8) lalu di perempatan Condongcatur bukan saja mendapat dukungan sebagian masyarakat, tetapi bahkan Sekretaris Panitia Jogja Bike Rendevous (JBR) 2015 Denizar Rahman juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Elanto.

“Kita apresiasi, kita tahu maksudnya baik,” tutur Denizar.

Namun Denizar menyayangkan Elanto belum memahami sepenuhnya maksud dari rangkaian acara JBR 2015 termasuk konvoi menuju Prambanan.

Denizar menambahkan adanya penagawalan khusus dari kepolisian justru untuk mengamankan kelancaran lalu lintas.

“Peserta konvoi moge sejumlah 1.800, kalau berhenti di lampu merah semenit, akan menimbulkan kemacetan,” jelas Denizar.

Dalam hal ini Denizar mengharapkan masyarakat memahami fungsi pengawalan untuk menjaga kelancaran lalu lintas.

“Konvoi sepanjang itu gak enak itu capek, rentan kecelakaan, mereka bisa mau, satu-satunya mau, alasan karena di sana ada upacara pengibaran sang saka merah putih untuk para bikers,” tutur Denizar.

Sementara itu, Genteng, tukang parkir di Warnet Timoho, memuji aksi Elanto yang berani menertibkan konvoi moge. “Moge ditegur itu aksi yang bagus, biar mereka gak terlalu berlebihan (merasa berkuasa di jalan raya),” tutur Genteng.

back to top