Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Meskipun komunitas moge apresiasi, tapi anggap Joyo salah paham

Meskipun komunitas moge apresiasi, tapi anggap Joyo salah paham

Jogjakarta-KoPi | Aksi heroik Elanto Wijoyono menghadang konvoi moge Sabtu (15/8) lalu di perempatan Condongcatur bukan saja mendapat dukungan sebagian masyarakat, tetapi bahkan Sekretaris Panitia Jogja Bike Rendevous (JBR) 2015 Denizar Rahman juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Elanto.

“Kita apresiasi, kita tahu maksudnya baik,” tutur Denizar.

Namun Denizar menyayangkan Elanto belum memahami sepenuhnya maksud dari rangkaian acara JBR 2015 termasuk konvoi menuju Prambanan.

Denizar menambahkan adanya penagawalan khusus dari kepolisian justru untuk mengamankan kelancaran lalu lintas.

“Peserta konvoi moge sejumlah 1.800, kalau berhenti di lampu merah semenit, akan menimbulkan kemacetan,” jelas Denizar.

Dalam hal ini Denizar mengharapkan masyarakat memahami fungsi pengawalan untuk menjaga kelancaran lalu lintas.

“Konvoi sepanjang itu gak enak itu capek, rentan kecelakaan, mereka bisa mau, satu-satunya mau, alasan karena di sana ada upacara pengibaran sang saka merah putih untuk para bikers,” tutur Denizar.

Sementara itu, Genteng, tukang parkir di Warnet Timoho, memuji aksi Elanto yang berani menertibkan konvoi moge. “Moge ditegur itu aksi yang bagus, biar mereka gak terlalu berlebihan (merasa berkuasa di jalan raya),” tutur Genteng.

back to top