Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Menilik sejarah NU, Lahir dari konflik Islam untuk memajukan umat

Menilik sejarah NU, Lahir dari konflik Islam untuk memajukan umat

KoPi| Siapa yang tidak mengenal sebuah organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. Menjadi organisasi besar di Indonesia ternyata latar belakang sejarah didirikan NU sangatlah tidak diduga-duga.

Pada zaman penjajahan, organisasi pembaharuan yang mementingkan pendidikan dan pembebasan muncul di segala juru. Mereka terbentuk atas keinginan untuk membenahi keterbelakangan mental dan ekonomi yang Indonesia rasakan kala itu. Mereka berjuang bertujuan membangkitkan martabat bangsa yang diinjak injak oleh pihak koloni.

Namun, NU tidak hadir dalam era Kebangkitan Nasional kala itu. Sebab NU hadir bukan dilandasi atas keterbelakangan bangsa. Melainkan tujuan utamanya hadir untuk memajukan kehidupan umat.

Organisai yang lahir pada 31 Januari 1926 ini memiliki makna sebagai kebangkitan ulama ataupun kebangkitan cendikiawan Islam. Menjadikan momen yang tepat untuk memajukan umat Islam di Indonesia.

Sebelumnya, umat muslin di Indonesia berkecamuk. Kekhalifahan yang dihapuskan di Turki dan kejatuhan Hijaz ke tangan Ibn Sa’ud yang menganut Wahabiyah pada tahun 1924 menuai konflik terbuka di masyarakat muslim Indonesia.

Hasyim As’ari yang saat itu menjabat sebagai Kiai Pesantren Tebureng, Jombang menyetujui untuk membentuk organisasi Islam dan menjadi pemimpin utama organiasasi yang dikenal sebagai NU tersebut.

Hasyim As’ari lantas membentuk tujuan utama NU yang mendasari Jam’iyyah Diniyyah yang membawakan faham keagamaan. Sehingga anutan yang dipegang teguh oleh organisasi ini ialah Ahlussunah Waljama’ah. Pola pikir yang mengambil jalan tengah antara rasionalis dengan skripturalis.

NU menjadikan sumber hukum Islam tidak hanya pada Al-quran dan sunnah, melainkan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik.

Tidak hanya bergerak pada bidang keagamaan. Tujuan NU merupakan penyelarasan atas dasar kehidupan manusia. agama, pendidikan, sosial, ekonomi dan pengembangan usaha lainnya. Sehingga NU memutuskan untuk bergabung ke dalam dunia politik.

NU lahir dengan tujuan mulia dan dibentuk oleh para pencetus yang mulia pula. Sehingga keberaaaan organisasi Islam besar di Indonesia ini kerap membantu menyelaraskan Islam dan agama di Indonesia.
Sebab NU lahir atas tujuan memajukan islam. Menyejahterakan dan memberi dukungan umat Islam di Indonesia. Bukan menjadikan tombak kehancuran islam dengan munculnya ajaran-ajaran yang kemudian menuai konflik baru bagi umat muslim.

NU merupakan keselarasan yang menjadikan Islam damai, indah dan sejahtera. Sehingga tidak lantas seharusnya di leburkan dengan kemunculan kepercayaan jenis baru yang kemudian akan mengembalikan Islam pada zaman kemunduran.|Labibah

back to top