Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Medan perang Fatma Saifullah Yusuf di Jatim adalah...

Medan perang Fatma Saifullah Yusuf di Jatim adalah...

Surabaya-KoPi | Permasalahan kesejahteraan sosial di Jawa timur saat ini masih menjadi sorotan. Seperti kemiskinan, maraknya anak jalanan, pelacuran, ketunaan,  kekerasan dan lain sebagainya.

Kendati demikian upaya mengentas masalah kesejahteraan sosial harus dilakukan bahu membahu antar pemerintah dengan masyarakatnya, mengingat kompleks dan besarnya masalah dimaksud. Fenomena itu merupakan medan perang di era kemerdekaan Indonesia, bagi Fatma Saifullah Yusuf.

Fatma Saifullah Yusuf yang merupakan Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Timur mengatakan “Perempuan memiliki tugas yg sama dg kaum pria untuk turut mengentas masalah kesejahteraan sosial. Secara kodrati, perempuan memiliki kepedulian sosial dan kepekaan untuk ikut membantu mengentaskan berbagai masalah kesejahteraan sosial yang ada disekitar kita.

 

Sebagai sumber daya manusia dengan jumlah yang setara dengan laki-laki, perempuan mampu menjadi mitra pemerintah untuk meminimalisir dan mengentaskan masalah kesejahteraan sosial. Namun yg wajib diingat adalah bahwa perempuan tidak boleh meninggalkan kodratnya sebagai ibu dari putra putri dan istri dari suami tercinta” ujarnya kepada KoPi jumat (4/7/2015).

 

Istri Wagub Jatim Saifullah Yusuf atau biasa dipanggil Gus Ipul ini menilai bahwa masalah kesejahteraan sosial timbul biasanya karena kemiskinan dan kualitas SDM yg rendah. Sehingga upaya yang dilakukan untuk mengentasnya adalah dengan menemukan titik sudut api atau pusat dari adanya hambatan dan kendala tersebut. Ia menilai salah satu penyebabnya adalah skill pada diri perempuan yang masih kurang.

 

“Saya bersama ibu-ibu pengurus BKOW sering mengadakan pelatihan untuk membangkitkan dan menumbuhkan skill bagi kaum perempuan, yang akan bermuara pada penciptaan perempuan yang mampu dan mandiri sehingga tidak terjerumus ke hal-hal yang salah atau terperdaya karena ketidakmampuannya tersebut" ujarnya.

 

Fatma mengadakan pelatihan berbagai ketrampilan, antara lain memasak, membuat berbagai kerajinan dll yang bertujuan untuk menciptakan wirausaha baru. Hal ini dilakukan karena keinginan teguhnya membantu tugas pemerintah untuk berperan serta mengentas masalah kesejahteraan sosial di Jawa Timur.

 

Menurut Fatma kecerdasan seorang perempuan sangatlah penting, agar tidak hanya berada dirumah dan dibalik meja dapur saja, tetapi bisa membantu perekonomian keluarganya dan melompat keluar dari garis kemiskinan.

 

“Untuk mengentaskan masalah kesejahteraan sosial di Jawa Timur, saya melakukannya dengan cara yang saya bisa.

 

Hal-hal kecil seperti membentuk gerakan pemberdayaan perempuan Jawa Timur, melatih skill para perempuan dan melatih mereka cara berdagang. Semoga ini bisa bermanfaat dan menjadi sumbangsih saya kepada bangsa dan negara” ujarnya.

Hal yang dianggap kecil tersebut dilakukannya dengan sepenuh hati dan keikhlasan. Bahkan saat bulan puasa seperti ini Fatma tetap berkeliling ke beberapa kota untuk pelatihan atau melaksanakan bakti sosial. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk kecintaannya kepada masyarakat.

 

“Saya bangga dan bersyukur karena saat ini sudah banyak perempuan yang cerdas, mandiri, tangguh dan mau maju di Jawa Timur. Kondisi ini mampu mewujudkan peran perempuan untuk memberdayakan perempuan lainnya sebagai upaya mengentas permasalahan kesejahteraan di Provinsi terbesar kedua di Indonesia ini" ujarnya. | Labibah

back to top