Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Mati tanpa gading, duka Indonesia untuk gajah Yongki

Mati tanpa gading, duka Indonesia untuk  gajah Yongki
KoPi| Enam tahun menjadi petugas patroli Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), gajah Yongki mati sangat mengenaskan. Seekor gajah ini ditemukan tergeletak tak bernyawa tanpa gading pada jumat (18/9). Gajah Yongki merupakan penghalau konflik antar gajah di wilayah Pemerihan, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.
 

Kematian Yongki yang secara mengenaskan tersebut menuai banyak kecaman dari para netizen. Pasalnya, tagar #RIPYONGKI kini menjadi perbincangan menarik di dunia twitter. “Jika Gajah yang didalam kamp saja bisa dibunuh diambil gadingnya, bagaimana yang di dalam hutan sana #RIPYONGKI” tulis akun @imanbr.

Akun @wbuenastuti juga mengaspirasikan kemarahannya terhadap kematian Yongki. “Kalau sudah begini, terlihat manusia atau hewan yang lebih tidak berperasaan? #RIPYONGKI” tulisnya.

Kematian sang gajah jinak tersebut memang sangat mengenaskan. Gadingnya yang hilang adalah bentuk bukti nyata bahwa Yongki dibunuh dengan cara yang sadis. Diduga bahwa Yongki merupakan korban kawanan pemburu liar yang sudah lama mengincar gadingnya.

Sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak Balai TNBBS atau pimpinan WWF Indonesia atas kematian gajah Yongki.

Hal ini lantas menjadi kecaman bagi para pelindung hewan. Sebab semakin banyak pemburu hewan yang rela menewaskan hewan yang diilindungi demi sejumlah uang. Semoga gajah Yongki menjadi tamparan bagi masyarakat terutama pemburu, agar hewan yang dilindungi seharusnya tetap bisa melaksanakan tugasnya. Tanpa diganggu, maupun dibunuh oleh pihak tidak bertanggung jawab. |Labibah|

back to top