Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

"Makna jilbab sekarang ya seperti ini..."

"Makna jilbab sekarang ya seperti ini..."
Surabaya-KoPi Globalisasi dapat dikatakan sebagai perkembangan zaman yang sangat maju, kemajuan zaman ini juga berdampak pada setiap kalangan masyarakat di seluruh wilayah tertentu. Dengan adanya globalisasi maka banyak kemajuan yang dialami oleh masyarakat. Kemajuan ini bisa pada kemajuan pengetahuan, teknologi, dan informasi yang sekarang marak dikalangan masyarakat, terutama pada masyarakat di daerah-daerah perkotaan.

 Ifa Kutrotun Na’imah


Surabaya merupakan kota sejuta umat setelah Jakarta. Penduduk Surabaya sangatlah banyak dan tidak dapat dihitung dengan jari. Hal ini dipengaruhi adanya proses urbanisasi yang meningkat di Surabaya.

Urbanisasi dari desa ke kota menjadi salah satu alasan yang utama untuk memperbaiki nasib atau mencari pekerjaan yang lebih layak. Hal ini sangat lebih banyak daripada orang-orang yang datang untuk mencari ilmu di Surabaya. Surabaya dengan sebutan kota sejuta umat itulah, terdiri dari kalangan masyarakat atas, masyarakat menengah, sampai pada masyarakat pada elemen bawah. Bahkan masyarakat Surabaya terdiri dari berbagai kalangan suku, misalnya suku Madura yang sudah menetap di Surabaya.

Variasi masyarakat di Surabaya turut mempengaruhi lifestyle masyarakatnya itu sendiri, yang acapkali digunakan sebagai trendsetter pada suatu jenis masyarakat, katakanlah yang paling disoroti adalah lifestyle para Wanita, terutama wanita yang menggunakan jilbab, dengan adanya variasi jilbab terutama para kaum hawa (wanita) salah kaprah dalam memaknai penggunaan jilbab itu sendiri, dan pada kehidupan masyarakat diwarnai dengan adanya penggunaan istilah "jilboob".

Pada dasarnya, jilbab merupakan salah satu jenis kerudung yang panjang yang menjulur ke bawah yang bisa menutup lintasan kepala sampai dada wanita yang menggunakannya, Pada hakikatnya penggunaan jilbab bertujuan untuk menutup aurat wanita yang menggunakannya.

Tapi, saat ini esensi jilbab yang ditujukan untuk menutup aurat menjadi wanita  muslim yang berbusana modis, cantik dan indah dipandang. Sehingga dengan tujuan itulah memunculkan adanya kelompok wanita yang membuat suatu perkumpulan hijab biasa disebut dengan “Hijabers”. Hijabers merupakan salah satu fenomena yang nyata dari esensi penggunaan jilbab bagi para wanita muslim.

Dengan perkembangan era seperti ini, yang mana jilbab merupakan hal yang tidak asing lagi, dengan adanya jilbab yang modis atau hijabers menambah para wanita banyak yang menggunakan jilbab yang modis, diawali dengan publik figur yang awalnya tidak menggunakan jilbab berubah menggunakan jilbab yang modis dari berbagai kalangan publik figur.

Penggunaan jilbab terbagi menjadi dua macam, yakni jilbab syar’i dan penggunaan jilbab modis. Penggunaan jilbab syar’i yakni  jilbab yang digunakan adalah jilbab yang berbahan agak tebal, dan panjang, jika digunakan tidak begitu banyak variasinya. Sedangkan jilbab modis adalah jilbab yang digunakan dapat dibentuk sesuai dengan keinginannya. Biasanya pada jilbab modis yang seperti ini, para wanita lebih menyukainya dan biasanya cepat laku di pasaran.

Sehingga pada jilbab yang digunakan secara modis banyak memunculkan tutorial hijabers. Dengan adanya tutorial hijabers ini bertujuan agar wanita mudah dalam memodifikasi jilbab nya yang akan dikenakan oleh masing-masing wanita. Dan apabila jika salah dalam mengenakan jilbab yang dimodifikasi, tak jarang para wanita menggunakan jilbab namun memakai baju ketat atau biasa disebut dengan istilah “jilboob”

Dengan adanya jenis jilbab yang marak dengan berbagai variasi cara penggunaannya pastinya akan juga berdampak pada para penjual jilbab kecil sekitar pasar tradisional Karangmenjangan Surabaya, yang setiap harinya ramai dengan pembeli, terutama pembelinya adalah para wanita yang ingin modis dalam menggunakan jilbab, yang meniru gaya memakai jilbab para publik figur yang seringkali menjadi trendsetter di dalam masyarakat. Dalam hal ini, para penjual jilbab sangat diuntungkan dengan adanya fenomena jilbabers. Seperti yang dituturkan salah satu penjual jilbab di Pasar Karangmenjangan, Surabaya seperti dibawah ini:

“Dengan adanya artis-artis yang memakai jilbab di kehidupan sehari-hari, jilbab yang saya jual laku keras, bahkan keuntungan yang saya dapatkan sehari-hari lumayan besar, cukuplah untuk kebutuhan sehari-hari. Mengenai harga cukup bervariasi mulai dari harga Rp 10.000-100.000 lebih. Dengan adanya jilbabers yang sekarang marak, saya sangat diuntungkan".

Pada dewasa ini makna dari jilbab yang digunakan agaknya mengalami pergeseran, yang awalnya jilbab yang digunakan untuk menutup aurat namun, sekarang ini jilbab digunakan untuk menunjang fasilitas kecantikan dalam lifestyle para wanita muslim, namun tak jarang dalam fenomena masyarakat jilbab yang digunakan untuk dikombinasi dengan pakaian ketat lebih disukai masyarakat atau hal seperti itu populer dengan istilah “jilboob”.

Demikian terserah dalam pandangan Anda. Ingin menggunakan jilbab yang syar’i ataupun jilbabers, fenomena tersebut merupakan dua hal yang ikut mewarnai dalam kehidupan masyarakat. 

back to top