Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Lho, tarif parkir resmi Rp 500, mengapa ditarik empat kali lipat?

Lho, tarif parkir resmi Rp 500, mengapa ditarik empat kali lipat?
Surabaya - KoPi | Dinas Perhubungan Kota Surabaya menetapkan tarif parkir kendaraan sebesar Rp 500 untuk kendaraan roda dua dan Rp 1.500 untuk kendaraan roda empat. Meski demikian, tarif yang berlaku di lapangan sangat berbeda dengan ketentuan yang ditetapkan Dinas Perhubungan. Parkir warga mematok tarif hingga empat kali lipat, yaitu Rp 2000 untuk motor dan Rp 5000 untuk mobil.
 

Dinas Perhubungan Kota Surabaya berdalih tarif parkir resmi di lokasi parkir yang dikelola Pemkot Surabaya sesuai dengan tarif resmi. Saat ini, Dishub Surabaya mengelola 1.527 titik parkir. Sedangkan di luar lokasi tersebut berada di luar kewenangan Pemkot dan Dishub. Mereka menyebut juru parkir yang menarik biaya parkir sampai Rp 2000 bukan juru parkir resmi dan tak berijin.

"Juru parkir sendiri yang mendapatkan ijin pasti memakai rompi, kartu anggota jukir, serta karcis resmi dari Dishub. Dan harga aslinya itu Rp 500 untuk motor dan Rp 1500 untuk mobil, kalau lebih bisa dilaporkan dan Dishub yang menilang serta tipiring,” ujar Kepala UPTD Parkir Surabaya Timur Tranggono Wahyu Wibowo.

Kendati demikian, pelanggaran tersebut sama sekali tidak ditindak, baik oleh Dishub, Satpol PP, maupun Dispenda. Banyak parkir liar atau parkir warga yang memanfaatkan ketiadaan petugas resmi dengan menarik parkir kepada masyarakat. Masyarakat pun seperti tidak peduli atau tidak mau tahu dengan keadaan tersebut.

Berdasarkan pengamatan KoPi, parkir liar tersebut justru didukung oleh masyarakat sendiri. Para jukir menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir. Tentu saja hal itu selalu menjadi penyebab kemacetan.

Masyarakat sendiri tidak peduli dengan keadaan itu. Mereka tetap memarkir kendaraan mereka tanpa mau peduli bagaimana efeknya pada kemacetan. Bahkan ketika ada parkir resmi, banyak masyarakat yang lebih memilih parkir liar dengan alasan kepraktisan.

 

back to top