Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Lho, tarif parkir resmi Rp 500, mengapa ditarik empat kali lipat?

Lho, tarif parkir resmi Rp 500, mengapa ditarik empat kali lipat?
Surabaya - KoPi | Dinas Perhubungan Kota Surabaya menetapkan tarif parkir kendaraan sebesar Rp 500 untuk kendaraan roda dua dan Rp 1.500 untuk kendaraan roda empat. Meski demikian, tarif yang berlaku di lapangan sangat berbeda dengan ketentuan yang ditetapkan Dinas Perhubungan. Parkir warga mematok tarif hingga empat kali lipat, yaitu Rp 2000 untuk motor dan Rp 5000 untuk mobil.
 

Dinas Perhubungan Kota Surabaya berdalih tarif parkir resmi di lokasi parkir yang dikelola Pemkot Surabaya sesuai dengan tarif resmi. Saat ini, Dishub Surabaya mengelola 1.527 titik parkir. Sedangkan di luar lokasi tersebut berada di luar kewenangan Pemkot dan Dishub. Mereka menyebut juru parkir yang menarik biaya parkir sampai Rp 2000 bukan juru parkir resmi dan tak berijin.

"Juru parkir sendiri yang mendapatkan ijin pasti memakai rompi, kartu anggota jukir, serta karcis resmi dari Dishub. Dan harga aslinya itu Rp 500 untuk motor dan Rp 1500 untuk mobil, kalau lebih bisa dilaporkan dan Dishub yang menilang serta tipiring,” ujar Kepala UPTD Parkir Surabaya Timur Tranggono Wahyu Wibowo.

Kendati demikian, pelanggaran tersebut sama sekali tidak ditindak, baik oleh Dishub, Satpol PP, maupun Dispenda. Banyak parkir liar atau parkir warga yang memanfaatkan ketiadaan petugas resmi dengan menarik parkir kepada masyarakat. Masyarakat pun seperti tidak peduli atau tidak mau tahu dengan keadaan tersebut.

Berdasarkan pengamatan KoPi, parkir liar tersebut justru didukung oleh masyarakat sendiri. Para jukir menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir. Tentu saja hal itu selalu menjadi penyebab kemacetan.

Masyarakat sendiri tidak peduli dengan keadaan itu. Mereka tetap memarkir kendaraan mereka tanpa mau peduli bagaimana efeknya pada kemacetan. Bahkan ketika ada parkir resmi, banyak masyarakat yang lebih memilih parkir liar dengan alasan kepraktisan.

 

back to top