Menu
SKK Migas Wilayah Timur Berharap Adanya Dorongan di Luar Bidang Migas.

SKK Migas Wilayah Timur Berharap Ad…

Sleman-KoPi| Kepala Sat...

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

Prev Next

Layanan kesehatan buruk, ibu menderita

foto: http://edition.cnn.com foto: http://edition.cnn.com

Surabaya-KoPi. Delapan puluh dua persen (82%) ibu menyatakan bahwa pelayanan kesehatan untuk para ibu dan anak sangat buruk. Demikian laporan hasil jajak pendapat Sociology Center (SoC) Departemen Sosiologi FISIP UNAIR hari ini.

Hanya 4 persen ibu yang meyakini bahwa layanan kesehatan untuk para ibu dan anak sudah baik dan 1 persen. Jajak pendapat oleh Sociology Center dilaksanakan pada 13-14 April 2014. Responden dipilih secara random aksidental dari rumah sakit-rumah sakit di Surabaya.


Terkait tingginya persepsi bahwa rumah sakit masih buruk dalam memberikan layanan kesehatan pada ibu dan anak, sosiolog dari Universitas Airlangga Dr. Tuti Budirahayu menyampaikan bahwa hal tersebut menandakan masih banyak masalah kompleks dalam pelayanan kesehatan nasional.

"Kualitas rumah sakit selain ditentukan oleh sistem, program, dan sumberdaya juga dipengaruhi oleh kebijakan sistem kesehatan nasional. Jika masih banyak para ibu kecewa dan melihat pelayanan kesehatan terhadap mereka masih buruk, maka internal rumah sakit dan sistem kesehatan nasional tampaknya bermasalah".

Dari jajak pendapat SoC UNAIR Para ibu mempersepsi bahwa kinerja rumah sakit masih belum efektif dan efisien. Hal tersebut terlihat dari 44.9 persen ibu menyatakan pelayanan kesehatan dari rumah sakit belum efektif dan efisien. Walaupun demikian ada 37.4 persen menyatakan sudah efektif dan 17.7 persen tidak tahu.

Para ibu berharap paska kelahiran rumah sakit bisa memberi pendampingan khusus kepada mereka terkait cara merawat buah hati. Oleh sebab itu 97.9 persen ibu menyatakan sangat perlu rumah sakit memberikan pendampingan khusus kepada para ibu paska kelahiran.*

 

Reporter: Aditya Lesmana

 

back to top