Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Konflik Sara di Lampung, hanguskan 56 rumah

Konflik Sara di Lampung, hanguskan 56 rumah

Lampung-KoPi | Konflik antar suku Jawa dan Lampung pecah di Kampung Tanjung Harapan, Kecamatan Anak Tuha, lampung Tengah, Kamis (27/11). Akibatnya rumah-rumah terbakar dan penduduk warga Dusun 2 harus menyelamatkan diri dengan mengungsi ke kampung Kuripan, kecamatan Padang Ratu, lampung Tengah.

Motif penyerangan itu diduga atas persitiwa adanya isu dua warga dusun 1 Kampung Tanjung Harapan (Suku Lampung) atas nama Angga Wira Yuda bin Basri (alm) dan Kurnia Jaya bin Hasanudin yang tidak pulang sejak hari Ahad Malam (23/11/14) hingga saat ini setelah meminjam HP salah seorang warga bernama Edi (Suku Jawa).

Sebelumnya, hari Kamis (27/11) pukul 15.00 WIB sejumlah warga (Suku Lampung) Dsn 1 Tanhung Harapan mencari warganya yang dinyatakan hilang ke Dsn 2. Namum warga Dsn 2 merasa tidak tahu persoalan. Namun, salah seorang pencari, Supriyadi melihat bercak darah di sekitar gardu. Melihat itu, warga Dsn 1 menjadi beringas dan melakukan pengrusakan dan pembakaran sejumlah rumah warga Dsn 2. Tercatat 8 rumah terbakar dan 15 rumah dirusak. Hingga pukul 17.00 WIB tercatat 20 rumah dibakar habis.

Pihak kepolisian yang dipimpin Kapolres Lampung Tengah tiba dan mencoba menenangkan warga yang marah. Hingga berita ini diturunkan rumah yang terbakar sudah mencapai 56.| AN|Kontributor lampung

back to top