Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Konflik agraria kembali korbankan rakyat kecil

Konflik agraria kembali korbankan rakyat kecil
Surabaya – KoPi | Baru saja Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursidan Baldan mengatakan akan merombak UU Pertanahan untuk menghindari konflik agraria, sebuah insiden terkait lahan kembali mencuat. Di Surabaya, warga Kelurahan Sepat bentrok dengan polisi setelah polisi mengeksekusi lahan Waduk Wisata Sepat, Lakarsantri, Surabaya.
 

Warga ngotot bertahan tak ingin menyerahkan lahan waduk ke pihak pengembang, PT Ciputra Surya. Proses negosiasi gagal karena warga dan polisi tak sepakat, dan berujung pada bentrokan antara warga dengan petugas. Delapan warga diamankan polisi karena dianggap sebagai provokator, sedangkan dua orang harus dibawa ke Puskesmas karena terluka.

Bentrok warga ini dilatarbelakangi tukar guling Pemkot Surabaya dengan PT Ciputra Surya. PT Ciputra memiliki tanah seluas 20,4 hektar di daerah Pakal. Tanah ini kemudian ditukar guling dengan tanah Pemkot Surabaya di empat kecamatan, yaitu Kelurahan beringin (4,5 hektar), Kelurahan Lidah Kulon (6,7 hektar), Kelurahan Babat Jerawat (1,8 hektar), dan Kelurahan Jeruk (4,3 hektar).

Namun Pemkot butuh persetujuan DPRD Surabaya untuk tukar guling tersebut. Melalui SK 39/2008 tanggal 22 Oktober 2008, DPRD setuju Pemkot menukar tanah di empat kelurahan itu dengan tanah milik PT Ciputra Surya. Setelah mendapat persetujuan itu, Pemkot mengeluarkan SK 188.45/366/436.1.2/2008 pada tanggal 30 Desember 2008.

Dalam tukar guling ini PT CiputraSurya juga wajib menyerahkan uang sebesar Rp 14,9 miliar kepada Pemkot. Serah terima tanah tukar guling tersebut dilakukan pada 4 Juni 2009 dengan berita acara serah terima nomor 593/2424/436.3.2/2009 dan nomor 032/SY/SM/LAND-CPS/VI-09. Sejak saat itu, tanah tersebut resmi milik PT Ciputra Surya berdasar sertifikat Hak Guna Bangunan nomor 4057/Kel. Lidah Kulon yang diterbitkan Kantor Pertanahan Surabaya tanggal 23 Desember 2009.

back to top