Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kekeringan mulai landa Jawa Timur

Kekeringan mulai landa Jawa Timur
Surabaya - KoPi | Kekeringan yang mulai melanda beberapa wilayah di Jawa Timur mulai mendapat respon pusat. Beberapa daerah di Jatim, seperti Lumajang, Sampang, dan Mojokerto, dilaporkan mengalami kekeringan. Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim agar segera melakukan langkah antisipasi dalam menangani kekeringan yang terjadi di wilayah-wilayah tersebut.
 

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Moch Eksan di DPRD Jatim mengatakan musim kemarau panjang di Jawa Timur menyebabkan sejumlah daerah mengalami kekeringan. Salah satu wilayah yang mengalami kekeringan terparah adalah Kabupaten Lumajang. Ia menyebutkan tak kurang dua puluh tujuh desa dan enam kecamatan dilanda kekeringan. 

"Oleh karena itu, saya minta Kepala BPBD Jatim segera turun tangan membantu BPBD Lumajang karena kondisi di sana sudah parah. Saat ini pendistribusian air bersih ke warga tak bisa ditunda, terutama untuk minum, mandi dan berwudhu. Itu harus dipenuhi untuk jangka pendek,” tegasnya.

Eksan mengatakan situasi ini membuat masyarakat resah, termasuk para pengurus dan takmir masjid. Sebab, tak ada air bersih untuk jamaah yang hendak berwudhu sebelum menunaikan shalat wajib maupun taraweh.

Eksan berharap penanganan kekeringan tidak boleh dilakukan secara sporadis. Langkah antisipatif dan bersifat jangka panjang harus dilakukan. Ia mencontohkan pembuatan sumur bor di titik-titik mata air sudah mendesak untuk segera dilakukan. Soal biaya, Eksan menilai hal itu bukan kendala karena BPBD Jatim punya anggaran Rp 18 Miliar untuk tahun ini.

Eksan menambahkan, dana khusus bencana yang bersifat on-call dari pemerintah pusat juga bisa digunakan sewaktu-waktu. Apalagi untuk kondisi yang bersifat mendesak dan darurat seperti yang terjadi saat ini.

“Pembuatan sumur bor harus dilakukan untuk mengatasi kekeringan di masa mendatang. Soal biaya bisa menggunakan dana alokasi Pemprov atau pemerintah pusat,” ujar anggota dewan dari dapil Jember dan Lumajang ini.

 

back to top