Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Kamis Pahing: pegawai negeri harus berpakaian adat jawa

Kamis Pahing: pegawai negeri harus berpakaian adat jawa

Yogyakarta-KoPi, Pegawai yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta harus menggunakan pakaian Gagrak Yogyakarta setiap Kamis pahing berdasarkan Keputusan Walikota (Kepwal) Nomor 173/2014 sebagaimana diungkap oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti di RUB Balaikota Yogyakarta (8/5).

“Tujuan dari pakaian dinas adat Jawa tersebut adalah untuk melestarikan, mempromosikan dan mengembangkan pengetahuannya,” papar Haryadi.


Semua pegawai kami putra atau putri diharapkan untuk bisa mengikuti aturan tersebut. “Ini jangan jadi alasan untuk menurangi mobilitas rekan-rekan kerja,” pesannya. Pakaian  adat tersebut seperti yang digunakan oleh Walikota yang ada di gambar di atas.


Haryadi juga menggaris bawahi bahwa siapa pun harus menggunakan pakaian adat tersebut dan jika ada acara rapat misalnya ada rapat paripurna di DPRD kemudian kebetulan bertepatan dengan kamis pahing maka nanti pakaian dinas yang dipakai adalah sesuai dengan aturan di acara tersebut.


Kris Sarjono, Kepala Bagian Organisasi Pemkot Yogyakarta meceritakan saat menghadiri rapat di Propinsi bahwa dia memakai pakaiat adat dan menjadi sorotan para hadirin, sehingga Propinsi DIY juga akan menerapkan pakaian adat Jawa seperti yang dilakukan di Pemkot Yogyakarta hari ini.


Kamis Pahing dipilih untuk digunakan sebagai hari berpakaian dinas adat Jawa karena merupakan hari berpindahnya Kraton Yogyakarta dari Amberketawang ke Kraton Yogyakarta saat ini. Bagi yang tidak menggunakan pakaian adat setiap Kamis Pahing belum ada sangsi jika tidak menggunakan, namun Kepwal tersebut sudah dikonsultasikan ke Pemda DIY.


Reporter: Fahrurrazi

back to top